Contoh Desain Kartu Semaranr Sehat foto: www.jateng.tribunews.com

Pemegang KSS Dijamin Dirawat Sampai Sembuh

Semarang, Jowonews.com – Melalui moment peringatan Hari Kesehatan Nasional, Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan Kartu Semarang Sehat (KSS). Kartu sakti ini adalah pengganti program Jamkesmaskot dan berfungsi layaknya Kartu Indonesia Sehat (KIS). Setiap pemegang kartu dijamin mendapatkan perawatan sampai sembuh.

KSS secara simbolis langsung diserahkan ke para penerimanya, yang merupakan warga kurang mampu dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Dengan kartu ini wali kota memastikan pemegangnya akan dibebaskan dari segala macam biaya pelayanan kesehatan mulai dari tingkat dasar hingga kelas III perawatan dan penyembuhan di rumah sakit.

Sesuai data dari Bappeda, jumlah penerima KSS ini ada 103.782 jiwa, dari total warga miskin di KotaSemarang sebanyak 373.878 atau 21,9% dari jumlah total penduduk Kota Semarang.

‘’Kartu Semarang Sehat ini sebagai pengganti Jamkemaskot, konsepnya dan mekanismenya sama dengan Jamkesmakot, hanya sekarang ada kartunya. Sasaran KSS ini warga miskin yang sudah terdata di Bappeda yang tidak tercover dalam BPJS atau KIS,’’ terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, usai peluncuran, Rabu (19/11).

KSS ini akan disampaikan langsung melalui Puskemas kepada pemegangnya. Dijamin pemegangnya tidak akan salah sasaran karena data warga miskin yang ada sudah by name dan by adrres. Warga miskin tidak perlu datang ke Puskesmas, karan ada petugas yang akan mendatangi rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono menambahkan, untuk pendistribusian KSS pihaknya akan melibatkan 37 puskesmas yang ada di Semarang.

‘’Ini sebagai pendamping dari KIS, karena sebagian warga miskin di Kota Semarang kan belum tercover program pemerintah pusat itu,” jelasnya.

KSSini mengcover masyarakat peserta program Jamkesmaskot. Mencakup warga miskin yang belum tersentuh layanan KIS, supaya bisa mengakses manfaat layanan kesehatan dengan baik.

Dia menyebutkan, KSS akan diberikan kepada sebanyak 103.782 warga miskin. Di luar kuota penerima layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS yang diberikan pemerintah pusat kepada sebanyak 270.096 jiwa di kota ini.

‘’Jadi, KSS ini merupakan upaya membantu masyarakat miskin dalam akses layanan kesehatan. Memang jumlahnya belum sepadan, tetapi mampu mengcover banyak masyarakat yang membutuhkan,’’ terangnya.

Melalui KSS, kata dia, masyarakat penerima manfaat bisa mendapatkan layanan rawat jalan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan seluruh jaringan rumah sakit (RS) untuk kelas III. Meski demikian, warga yang tidak terdata sebagai warga miskin, tetapi tidak mampu berobat bisa tetap masuk. Syaratnya, menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Alokasi anggaran yang disiapkan untuk mencakup pelayanan KSS sebesar Rp70 miliar. Berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 dan 2015. Termasuk di antaranya untuk cetak782 kartu sebesar Rp500 juta pada tahun ini. Sedangkan pada 2015 akan membuat lagi sebanyak 103.000 kartu.

Pelayanan KSS, mendasarkan pada nomor induk kependudukan (NIK) sehingga bersifat ‘by name by address’. Sehingga peserta yang belum tercover BPJS bisa tercakup layanan itu. Distribusi KSS ini masyarakat tidak perlu datang ke pemkot, karena ada tim yang akan membagikan langsung ke masyarakat. (JN03)

Contoh Desain Kartu Semaranr Sehat  foto: www.jateng.tribunews.com
Contoh Desain Kartu Semaranr Sehat foto: www.jateng.tribunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here