Bank Jateng. (Foto : Bank Jateng)
Bank Jateng. (Foto : Bank Jateng)

Semarang, Jowonews.com – Teknologi “core banking system” yang diterapkan di Bank Jateng dinilai masih harus terus disempurnakan. Sistem tersebut diketahui masih mengalami permasalahan dalam penerapannya saat ini.

Sejumlah saksi kasus dugaan korupsi pengadaan sistem aplikasi “core banking system” Bank Jateng senilai Rp35 miliar mengungkapkan hal tersebut dalam sidang di Pengadian Tipikor Semarang, baru – baru ini. Saksi Purwoko Kristyohadi mengatakan sistem yang dipakai saat ini cukup baik.

“Cukup baik, buktinya sampai saat ini masih dipakai,” kata pegawai Bank Jateng yang pada tahun 2005 lalu ikut menjadi salah satu anggota tim seleksi untuk sistem IT tersebut.

Jika ada yang berpendapat terdapat kelemahan dalam sistem tersebut, ia menilai hal tersebut wajar.

Saksi lain yang dihadirkan dalam sidang tersebut yakni Direktur Operasional PT i-Consultan Hendy Mio yang merupakan konsultan perencana pengadaan sistem aplikasi Bank Jateng juga menyatakan sistem yang dipakai tersebut sudah baik. Namun, Hendy juga mengakui tentang masih adanya kekurangan dalam aplikasi sistem tersebut.

Kekurangan tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan perangkat lunak yang dipakai untuk menjalankan sistem CBS tersebut. Hendy mengaku telah menyampaikan kepada pihak Bank Jateng tentang perlunya “up grade” hardware untuk aplikasi sistem ini,

Dalam sidang dengan terdakwa mantan Kepala Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi tersebut, Jaksa Penuntut Umum juga kembali menjelaskan sejumlah temuan Bank Indonesia berkaitan dengan kelemahan sistem CBS milik Bank Jateng.

Salah satu kelemahan yang belum teratasi, yakni adanya rekonsiliasi saldo giro yang berbeda antara Bank Jateng dengan BI. (JN05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here