Kudus, Jowonews.com – Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) berunjuk rasa menuntut Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menurunkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut, Jumat.

Aksi yang diawali dengan orasi di Alun-alun Kudus itu, dilanjutkan dengan “longmarch” ke SPBU di Jalan A. Yani Kudus untuk berorasi. Pengunjuk rasa selain mengusung poster penolakan kebijakan menaikkan harga BBM juga melakukan aksi teatrikal soal nasib rakyat kecil yang semakin tertindas menyusul naiknya harga BBM.

Dalam berunjuk rasa di depan SPBU, mendapat pengawalan ketat kepolisian yang menggunakan sepeda motor dengan memarkir di depan pintu masuk SPBU. Pengunjuk rasa sendiri dilarang masuk, sehingga hanya bisa berorasi di depan pintu masuk dan sedikit mengganggu arus lalu lintas.

Meski demikian, petugas yang berjaga cukup[ sigap dalam mengantisipasi aksi tersebut agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar.

Salah satu peserta aksi, Agung menganggap, Presiden Jokowi-JK mulai menunjukkan sikapnya yang dianggap tidak sesuai janjinya untuk prorakyat. “Jelas-jelas jika harga BBM dinaikkan, maka rakyat kecil yang akan merasakan dampaknya karena hampir semua kebutuhan melonjak naik,” ujarnya.

Janji-janji Trisakti yang dilontarkan semasa kampanye Pilpres lalu, kata dia, seakan runtuh jatuh bertekuk lutut di hadapan kebijakan bernuansa neoliberal. Akibatnya, lanjut dia, Trisakti diplesetkan oleh masyarakat menjadi TriSakit.

“Masyarakat tentu heran, ketika harga minyak dunia turun menapai US $ 76,9/barel di pasar Asia, sementara APBN Perubahan 2014 harga minyak dipatok US $ 105/barel dan $ 1 setara dengan Rp11.760 pemerintahan Jokowi-JK tetap bergeming,” pungkasnya. (DWI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here