Walikota Semarang meninjau saluran di pasar Jerakah.

 Walikota Semarang meninjau saluran di pasar Jerakah.
Walikota Semarang meninjau saluran di pasar Jerakah.
Semarang, Jowonews.com- Pedagang Pasar Jerakah Kota Semarang mengeluhkan kondisi pasar yang sering kebanjiran jika terjadi hujan. Bahkan tinggi air dapat mencapai 30 centimeter, sehingga pedagang menderita kerugian karena terpaksa harus menutup kios atau lapak.
Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko serta sejumlah kepala dinas terkait, meninjau pasar yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan itu. Pedagang mengeluhkan banjir terjadi sejak selesai dibangun menjadi pasar semi modern.
Agung,45, salah satu pedagang sembako di Pasar Jerakah, mengatakan kepada wali kota pasar selalu kemasukan air hingga masuk ke dalam kios. Air bisa masuk ke dalam pasar karena saluran yang ada di belakang tak bisa berfungsi maksimal. Sementara atap cor-coran juga merembes airnya karena bocor.
‘’Kebanjiran ini sudah terjadi sejak lama, persisnya sejak pasar dibangun menjadi pasar baru. Setelah dibangun justeru ada kejadian banjir, padahal sebelumnya tidak pernah,’’ ujar Agung yang sudah 15 tahun bekerja di Pasar Jerakah, Kamis (20/11).
Kondisi itu menurutnya jelas mempengaruhi pendapatannya menjadi menurun drastis. Sebab ketika banjir kadang kios terpaksa ditutup untuk menghindari air masuk dan mengenai barang dagangan. Pembeli pun juga menjadi sepi karena kondisi pasar kebanjiran.
Sarti,39, pedagang lainnya menambahkan, banjir ketinggian airnya bisa mencapai 30 centimeter, sehingga pasti pedagang harus menutup kios atau lapaknya. Sebab kalau tetap buka resiko barang dagangan akan terkena air dan malah rusak sehingga tidak layak jual.
‘’Ini bekasnya (ketinggian air saat banjir di pintu kios), cukup tinggi sehingga tidak mungkin kami tetap berjulan. Pembeli tentu juga enggan jika mau pergi ke pasar,’’ ujarnya.
Banjir yang membuat sepi pembeli, katanya, ditambah parah kondisi akses jalan utama menuju ke pasar. Jalan Siliwangi yang menuju ke pasar saat ini sedang dalam proses pembangunan oleh pemerintah pusat. Namun hal itu ada dampaknya terhadap pedagang yaitu pembeli yang ke pasar jadi berkurang.
‘’Apalagi, saat ini harga BBM juga sudah dinaikkan, jadi barang-barang dagangan kami juga harganya naik,’’ ungkapnya.
Menanggapi keluhan pedagang itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung mengecek kondisi pasar di bagian depan, belakang dan samping pasar. Diketahui penyebab banjir paling utama adalah karena adanya titik tanggul saluran di belakang pasar yang jebol. Serta adanya keberadaan sampah yang menyumbat saluran.
‘’Setelah kami cek, ternyata banjir yang dikeluhkan oleh pedagang karena ada tanggul yang jebol. Kami akan segera perbaiki keruskaan ini, dan tahun depan halaman pasar juga akan dipasang paving,’’ tegas wali kota.
Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko mengatakan pihaknya juga mengimbau para pedagang untuk ikut memelihara kondisi pasar. Terutama kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang berakibat saluran tersumbat dan akhirnya banjir. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here