Kota Semarang, foto : idesainisia.com

Semarang, Jowonews.com – Satu lagi prestasi diraih Kota Semarang. Kemarin Kementrian Perdagangan menetapkan KotaSemarang sebagai daerah tertib ukur bersama dua kota lainnya yakni Banda Aceh dan Solok Sumatera Barat. Dengan ditetapkannya sebagai daerah tertib ukur maka Semarang memiliki komitmen kuat untuk menciptakan standarisasi pada setiap alat ukur.

Penghargaan sebagai daerah tertib ukur Kamis (20/11) diserahkan Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo di Lawang Sewu Semarang. Selain menyerahkan penghargaan daerah tertib ukur Widodo juga menyerahkan penghargaan pada sejumlah pasar tertib ukur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Saat ditemui wartawan usai penyerahan penghargaan daerah tertib ukur Widodo mengharapkan agar kabupaten/kota lain segera mengikuti jejak kota Semarang. ‘’Dengan semakin banyaknya pasar dan daerah tertib ukur sesungguh kita sedang berusaha meningkatkan perlindungan terhadap konsumen atas jaminan kebenaran hasil pengukuran transasksi,’’ ujar Widodo.

Dia menambahkan, dengan tertib ukur maka tujuan akhirnya aalah tercapainya masyarakat yang adil dan sejahtera. Keberhasilan Semarang, Banda Aceh dan Solok sebagai daerah tertib ukur, lanjut Widodo harus melalui sejumlah tahapan kegiatan. ‘’Daerah tertib ukur ini dapat terwujud berkat koordinasi, singkronisasi, harmonisasi dan kerja sama antara Kemendag dengan pemprov dan pemkot,’’ katanya.

Selain menyerahkan penghargaan daerah tertib ukur, Widodo juga membantu sejumlah pedagang pasar tradisional berupa timbangan sebanyak 750 unit. Timbangan ini diberikan pada pedagang mikro pemilik alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang tidak layak pakai atau tidak memenuhi syarat teknis kemetrologian.

Sementara itu Wagub Jateng Heru Sudjatmoko mengaku bangga dengan prestasi Semarang yang telah ditetapkan sebagai daerah tertib ukur. Menurut Heru, menjadi daerah tertib ukur menunjukan bahwa ada kepastian ukuran dalam setiap transaksi sehingga konsumen atau penjual tidak dirugikan.

‘’Saya berharap daerah lain di Jateng bisa mengikuti jejak kota Semarang sebagai daerah tertib ukur, ini penting karena untuk menjaga saling percaya yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian daerah,’’ terang Heru Sudjatmoko.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan pemkot selalu mendorong agar setiap transaksi dengan alat ukuran apapun harus dilandasi keadilan dan kejujuran.

Komitmen ini saat ini sudah mendapat pengakuan dari Kemendag RI. Namun bukan hanya penghargaan sebagai daerah tertib ukur saja, justru yang penting aplikasi di lapangan yang harus dilaksanakan.

‘’Kami akan terus melakukan tera ulang terhadap UTTP yang ada baik di pasar rakyat, pasar modern, SPBU dan lain sebagainya,’’ ujar Hendrar Prihadi. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here