Yoyok Sukawi Jadi Pimpinan Komisi. (Foto : IST)
Yoyok Sukawi Jadi Pimpinan Komisi. (Foto : IST)

Semarang, Jowonews.com – Terkait kabar adanya kader partai lain yang menyatakan bersedia menjadi calon wakil wali kota (wawali) untuk berpasangan dengan  Hendrar Prihadi, PDI Perjuangan Kota Semarang memilih bersikap menunggu. Partai berlambang banteng moncong putih ini mempersilakan siapapun untuk mendaftar sebagai kandidat calon wali kota maupun wawali di partainya.

Yoyok Sukawi, putra mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip sebelumnya menyatakan kesiapannya disandingkan dengan calon wali kota dari PDI Perjuangan. Jika dicalonkan sebagai wawali oleh partainya politikus Partai Demokrat ini bersedia untuk mendampingi Hendrar Prihadi.  Namun sejauh ini, PDI Perjuangan sendiri belum menentukan siapapun untuk dijadikan sebagai calon wali kota atau wawali.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang HA Supriyadi mengatakan, instruksi pengurus partai di pusat, daerah baru diperintahkan untuk membuka pendaftaran dan penjaringan calon wali kota dan wawali pada 4 bulan sebelum pelaksanaan pilkada. Jika pelaksanaan pilkada di Kota Semarang akan digelar bulan September 2015, maka kemungkinan pendaftaran baru akan dibuka bulan Juni.

Namun pada prinsipnya, katanya, PDI Perjuangan akan bersikap terbuka menerima siapapun untuk mendaftar dan mengikuti proses penjaringan calon wali kota dan wawali. Baik dari internal atau kader partai maupun eksternal termasuk kader partai lain. Termasuk Yoyok apabila memang mau mendaftar juga dipersilakan. Namun, untuk koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat melihat perkembangan politik nanti mendekati pilwalkot 2015.

‘’Tinggal beliau (Yoyok) mau mendaftar dan mengikuti proses penjaringan di PDI Perjuangan atau tidak. Karena siapapun yang mau maju sebagai kandidat calon melalui PDI Perjuangan harus melalui prose situ (penjaringan),’’ kata HA Supriyadi, yang juga Ketua DPRD Kota Semarang, pada Senin (24/11).

Dia menegaskan, untuk pihak yang bersedia sebagai wawali mendampingi Hendrar Prihadi, sebenarnya memang banyak yang sudah menyampaikan. Baik secara langsung melalui lisan atau orang lain meskipun pendaftaran calon wali kota dan wawali belum dibuka. PDI Perjuangan juga belum menentukan siapa yang akan dimajukan sebagai calon wali kota.

‘’Kami mengapresiasi kesediaan mereka semua, itu menunjukkan bahwa Pak Hendrar Prihadi sebagai wali kota sekarang masih sangat kuat, masih sangat diperhitungkan oleh partai-partai lain, mungkin memang masih tidak ada tandingan. Namun semua akan kembali kepada mekanisme dan intsruksi partai di pusat,’’ katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi sendiri, mengaku bahwa kesiapannya untuk maju lagi sebagai calon wali kota di 2015, masih menunggu petunjuk dari partai. Sejauh ini belum ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan mekanisme penjaringan calon wali kota dan wawali dari partai. Pihaknya akan menanyakan hal tersebut melalui forum rapat kerja  daerah VI DPD Perjuangan Jawa Tengah yang saat ini sedang digelar.

‘’Di forum rakerda ini kami akan menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk konsolidasi dan pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dari partai. Harapan kita akan lebih jelas dan lebih paham strategi kita untuk menghadapi pilwalkot di 2015,’’ katanya.

Menurut Hendi, panggilan akrabnya, moment politik di pusat saat ini juga masih belum jelas apakah pemilihan kepala daerah akan menggunakan dasar perppu. Oleh karena itu, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pilkada yang sebelumnya sudah dimiliki PDI Perjuangan, menjadi tidak bisa dipakai. Pihaknya tetap harus menunggu petunjuk yang baru dari pimpinan partai di pusat.

‘’Tapi yang jelas, partai kami harus siap dalam kondisi apapun, apakah pilkada akan dilakukan dengan pemilihan secara langsung ataupun lewat DPRD. Dan yang jelas, partai kami akan terbuka dalam proses penjaringannya (calon wali kota dan wawali),’’ tegasnya.

Sementara Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, pihaknya segera akan menemui tokoh-tokoh masyarakat Kota Semarang. Kegiatan ini untuk meminta masukan dari mereka soal kriteria pemimpinan Kota Semarang yang diharapkan oleh masyarakat.

‘’Yang jelas kalau kita bicara mekanisme persiapan, pasti akan mentok pada belum adanya dasar hukum yang jelas untuk penyelenggaraan pilkada. Karena itu, kita akan tetap lakukan persiapan menghadapi pilwalkot dengan melakukan penyerapan aspirasi dari berbagai pihak terutama tokoh masyarakat,’’ tandasnya. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here