Semarang, Jowonews.com – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Jateng di Pantai Marhaenis, Semarang, Senin (24/11) mengganggu pembahasan APBD Jateng 2015. Pasalnya, semua anggota FPDIP yang berjumlah 31 orang, ijin tidak ikut rapat membahas anggaran.

Mereka lebih mementingkan kegiatan partai, daripada kepentingan negara. Bahkan akibatnya, rapat komisi B DPRD Jateng dengan SKPD pun, kemarin harus dihentikan sejak pukul 13.30. Ketidak hadiran anggota FPDIP memang berpengaruh secara signifikan. Apalagi kalau komisi itu dipimpin kader PDIP.Sebab, tiap-tiap komisi di DPRD Jateng ada 6 anggota FPDIP.

Salah satu komisi yang menghentikan pembahasan anggaran adalah komisi B (bidang perekonomian). “Rapat sudah dihentikan mas,”ungkap salah seorang staf.

Kondisi itu tentu sangat ironis sekali. Apalagi kalau melihat kenyataan Gubernur/wakil gubernur adalah kader PDIP. Tentu mereka paham bahwa pembahasan APBD Jateng 2015 waktunya sangat pendek dan sudah terlambat.

Seharusnya mereka tahu yang harus menjadi skala prioritas. Tapi malah lebih mementingkan kepentingan partai.

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Nunik Sriyuningsih saat dikonfirmasi mengaku kalau semua anggota FPDIP memang ijin setengah hari untuk menghadiri Rakerda DPD PDIP Jateng. Namun demikian, ia menolak kalau dikatakan ketidak hadiran anggota FPDIP menyebabkan pembahasan anggaran di komisi dihentikan.

“Itu tidak masuk akal mas. Kalau ketuanya dari FPDIP, kan rapat masih bisa berjalan, karena ada wakil ketuanya. Lagi pula kalau jumlah anggota tiap komisi 19, kalau 6 ijin berarti masih ada 13 orang. Itu masih bisa jalan,”katanya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here