Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo

SEMARANG, Jowonews.com – Penutupan prostitusi di Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, tidak bisa dilakukan serampangan. Tindakan harus secara bertahap dengan mendengarkan aspirasi warga setempat.

“Kan tidak bisa langsung, (lokalisasi) Dolly itu juga butuh waktu untuk menutup total,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Gubernuran, Jumat (28/11).

Gubernur mengaku senang dengan gerak cepat Pemkab Sragen yang telah merazia Gunung Kemukus Kamis (27/11) lalu. Diakuinya, tim gabungan Sragen baru merazia wisma dan tempat karaoke karena tidak bisa langsung mengusir pekerja seks dan pelaku usahanya. Pemkab harus melakukan pendataan dahulu dari jumlah pelaku hingga aspirasi mereka.

“Kenapa tidak dibubarin semuanya, nanti dulu saya mau pendekatannya yang baik. Tolong didata satu persatu orang yang terlibat di sana dan apa maunya,” katanya.

Bagaimanapun, pelaku usaha di Gunung Kemukus memiliki keluarga dan perut yang harus dipenuhi kebutuhannya. Jadi pemerintah tidak bisa langsung mengusir tanpa memberikan solusi penghidupan selanjutnya. “Jadi ketika orang exit dari sana itu sudah ada harapan baru, tidak diusir thok til ya pasti pindah ke tempat lain,” kata dia.

Ganjar mengharapkan pemerintah setempat juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Masukan berharga pasti akan didapat demi penyelesaian persoalan ini secara komprehensif. Langkah lanjutan juga harus dipikirkan untuk memaksimalkan Gunung Kemukus sebagai objek wisata potensial di Sragen. “Pokoknya sebagai wisata oke, ziarahnya oke, ritual seksnya tidak,” katanya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here