Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo

SEMARANG, Jowonews.com – Kabupaten Demak kembali akan menjadi penerima bantuan keuangan (Bankeu) terbanyak dari provinsi kepada kabupaten/kota pada tahun 2015. Pasalnya, pada tahun 2015, kabupaten Demak akan memperoleh bankeu Rp 109 miliar. Sementara untuk tahun 2014 Kab Demak mendapatkan Rp 203,5 M.

Kepastian itu berdasarkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang diajukan oleh Biro Keuangan Pemprov Jateng tanggal 20 Nopember dan ditandatangani Kepala Biro Keuangan M.Arif Sambodo SE, M,Si. RKA itu juga sudah disetujui komisi D dan DPRD Jateng, melalui rapat paripurna, Jumat (28/11) kemarin.

Karuan, dengan fakta itu, nampaknya APBD Jateng untuk bankeu pemprov kepada kabupaten/kota belum berpihak pada rakyat. Diduga masih berpihak kepada peng ‘ijon’ anggaran. Pasalnya, belum ada dua pekan Gubenur Jateng H Ganjar Pranowo mempersoalkan bantuan keuangan (Bankeu) provinsi kepada kabupaten Demak yang 2 tahun berturut (2013-2014) selalu mendapat tertinggi, pada pembahasan APBD 2015 dipastikan kembali menjadi penerima tertinggi.

Padahal gubernur saat itu dengan gamblang kepada Jateng Pos menyatakan keheranannya. Apalagi hasil pemeriksaan BPK, Demak juga mendapatkan disclamer.”Saya heran kenapa demak dua tahun berturut-turut selalu menjadi penerima bankeu terbesar. Apa istimewanya Demak,”ungkap Gubernur.

Bahkan gubernur mengaku sedang menerjunkan tim ke Demak, guna mencari tahu siapa yang menaruh bankeu ke Demak itu.

Namun sayang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ketika dikonfirmasi Jowonews terkait dengan hasil kerja timnya yang mencari data penaruh bankeu di Demak tidak mau menjawab pasti. Termasuk apakah timnya sudah mendapatkan datanya apa belum. “Silahkan anda investigasi,” katanya.

Ketika Jowonews menyampaikan pasti akan melakukan investigasi, tapi apakah gubernur sudah mendapat hasil dari pengecekan yang dilakukan, kembali gubernur menjawab hal yang sama “Silahkan investigasi,”tegasnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai, fakta Demak menjadi penerima bankeu tertinggi selama 3 tahun 2013-2015 patut dicermati. Menurutnya, dia mencurigai ada yang bermain anggaran untuk mengalokasikan bankeu ke Demak. “Tidak mungkin kalau tidak ada yang bermain anggaran. Pasti ada yang bermain,”tegasnya.

Boyamin mengaku heran dengan sikap Ganjar. Pasalnya, dia sudah mengetahui dan mencurigai kenapa Demak selalu dapat bankeu tinggi, tapi kenapa 2015 kembali bisa dapat paling tinggi lagi. “Ganjar dulu pernah berkoar akan menongkrongi sendiri pembahasan anggaran 2015. Kalau Demak untuk ketiga kalinya dapat bankeu tertinggi, tentu dia mengetahuinya,”paparnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here