Semarang, Jowonews.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mencium adanya lingkaran setan dalam pembahasan APBD Jateng Tahun Anggaran (TA) 2015. Pasalnya, permainan itu berkedok dana aspirasi, yang ujung-ujungnya untuk memperkaya diri sendiri.

“Ada lingkaran setan dalam pembahasan APBD Jateng 2015. Permainannya berkedok dana aspirasi,”ungkap Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) H Boyamin Saiman.

Diantara permainan yang salah satunya sangat konyol sekali adalah pengurangan dana cadangan pemilihan gubernur/wakil gubernur tahun 2019 sebesar Rp 200 miliar. Dana cadangan pilgub itu dalam rapat banggar bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) disepakati dikurangi Rp 50 M. “Ada kesepakatan pengurangan dana cadangan pilgub sampai Rp 50 M,”katanya.

Ironisnya, masih menurut Boyamin, pengurangan itu digunakan untuk ‘bancaan’ aspirasi. “Dari Rp 50 miliar itu, Rp 20 miliar diberikan sebagai tambahan aspirasi pimpinan dewan. Sedangkan yang Rp 30 miliar untuk komisi A,”bebernya.

Disampaikannya, pola seperti ini tidak hanya terjadi pada dana cadangan pilgub. Tapi juga terjadi pada alokasi anggaran-anggaran yang lainnya.

Praktek seperti ini, masih menurut Boyamin, yang menjadikan bankeu selama ini njomplang. Bahkan Demak bisa memperoleh bankeu terbesar dalam 3 tahub berturut-turut (2013-2015) salah satunya karena permainan seperti ini. “Tahun 2015 Demak bisa mendapat alokasi Rp 109 miliar itu bukan tanpa sebab. Ini ada yang memainkan. Di Demak ada pemilik modal besar yang berani memberi ‘ijon’ kepada kalangan dewan,”paparnya.

Lebih lanjut Boyamin menagih janji Gubernur Ganjar Pranowo yang pernah menyampaikan akan menongkrongi langsung pembahasan APBD 2015 di DPRD Jateng. Dengan berpegang pernyataan Ganjar itu, semenstinya Ganjar paham dan patut diduga terlibat dalam permainan anggaran.

“Kini saatnya Ganjar membuktikan semboyan ‘mboten korupsi, mboten ngapusi’, yang menjadi kebanggaannya selama ini. Kalau dia nongkrongi pembahasan anggaran, tentu dia tahu semua itu. Sehingga dia harus menjelaskan ke puplik,”tegasnya.

Dsampaikannya pula, apalagi selama ini Ganjar juga mengungkapkan keheranannya terkait dengan besaran bankeu ke Demak yang selalu tinggi. Bahkan dia sempat mengungkapkan telah menerjunkan tim untuk mencari tahu siapa yang meletakkan bankeu di Demak. “Kalau Ganjar serius, sekali telepon saja, dia akan mendapat data itu. Sekarang coba dibuka data itu,”pintanya.

Sementara, Sekda Jateng Sri Puryono saat dikonfirmasi terkait pengurangan dana cadangan pilgub Rp 50 miliar tidak mau memberi jawaban pasti. Dia hanya menyampaikan kalau setahunya, pengurangan itu bukan Rp 50 miliar, tapi Rp 40 miliar. (JN01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here