SEMARANG, Jowonews.com – Pemerintah Kota Semarang telah meluncurkan Kartu Semarang Sehat (KSS) beberapa waktu lalu. Kartu tersebut khusus untuk mengcover kebutuhan kesehatan warga miskin. Hanya saja belum bisa memenuhi jumlah warga miskin di Kota Semarang. Karena beberapa kali pendataan selalu ada warga yang benar-benar miskin tapi tidak masuk data base warga miskin.

Bahkan sebaliknya, masih banyak warga yang tidak layak menikmati jaminan tersebut tetapi masuk data base warga miskin. Untuk itu perlu dicarikan solusi lain agar fasilitas tersebut bisa tepat sasaran. Salah satunya adalah menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM.

Menurut Ketua DPRD Kota Semarang HA Supriyadi, pada prinsipnya semua penduduk miskin berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. ‘’Sebelumnya ada Jamkesmas, Jamkesmasda dan Jamkesmaskot, sekarang ada KSS, jadi ini semua untuk memberi pelayanan pada warga miskin di bidang kesehatan,’’ katanya, Rabu (3/12).

Kendati masih ada pengaduan terhadap tidak tercovernya warga miskin, HA Supriyadi menyarankan pada masyarakat agar lebih bersabar dulu. Untuk sementara masyarakat bisa menggunakan SKTM yang dikeluarkan oleh kelurahan dengan diketahui kecamatan setempat.

Namun penggunaan SKTM ini sering disalahgunakan di lapangan. Yaitu dengan munculnya orang-orang yang sebetulnya tidak layak memiliki namun malah memiliki. ‘’Memang itu ada dalam masyarakat kita. Kalau sudah begini ya kami menghimbau kepada kelurahan agar selektif mengeluarkan SKTM dan harus dilakukan survei lapangan yang didampingi oleh RT/RW setempat,’’ katanya.

Dia mengharapkan agar aparat selektip. ‘’ Jangan hanya karena punya kedekatan atau karena pengaruh tertentu maka SKTM bisa mudah keluar kepada yang tidak benar-benar membutuhkan. Kami berharap sekali KSS ini dapat menjangkau kebutuhan masyarakat miskin untuk mendapat layanan kesehatan yang layak,’’ tandasnya. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here