Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo

Semarang, Jowonews.com – Demak tiga tahun berturut-turut (2013-2015) menjadi juara penerima bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi kepada kabupaten/kota. Pada tahun 2015, kabupaten Demak akan memperoleh bankeu Rp 109 miliar. Sementara untuk tahun 2014 Kab Demak mendapatkan Rp 203,5 M.

Berdasarkan data bankeu provinsi kepada kab/kota di biro keuangan yang diperoleh Jowonews, dana Rp 109 miliar dipecah dalam 115 nomenklatur bantuan sarana dan prasarana. Antara lain untuk peningkatan jalan, pembangunan talud, pipa air, pembangunan saluran, betonisasi, normalisasi afvour dll.

Besaran alokasi anggaran per nomenklatur pun berfariasi. Paling banyak adalah dengan nominal Rp 1 M, yang mencapai 27 lokasi. Antaralain untuk peningkatan jalan beton Cangkring-Karangrejo, peningkatan talud penahan jalan Karangawen-Gablok. Yang nilainya Rp 2 M ada 12 lokasi. Diantaranya peningkatan jalan Gajah-Geneng, peningkatan jalan betin Bengkal-Pasir.

Lokasi dengan alokasi anggaran Rp 2,5 M antaralain untuk jalan beton Bengkal-Karangawen, Demak-Bonang. 5 lokasi dianggarkan masing-masing Rp 1,5 M. Diantaranya adalah peningkatan jalan Banyumeneng, Mranggen.

Sementara lokasi dengan anggaran Rp 800 juta ada 7 lokas. Antaralain peningkatan jalan Onggorawe-Gemulak, peningkatan jalan pelajar depan SMP N 2 Sayung. Untuk lokasi yang dianggarkan Rp 500 juta ada 13 lokasi. Diantaranya pengadaan dan pemasangan pipa distribusi Jatirogo-Poncoharjo, peningkatan jalan lingkar Rejosari-Karangawen.

Lokasi yang nilainya Rp 200 juta(bisa dikerjakan dengan penunjukkan langsung) ada 18 lokasi. Diantaranya untuk peningkatan sarana pendidikan meubelair pengganti SD Negeri dan peningkatan sarana pendidikan meubelair pengganti SMP. Sisanya ada yang nilainya Rp 1,2 juta, ada yang Rp 300 juta, Rp 400 juta, Rp 1,1 M.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng untuk menyelidiki ketimpangan bankeu provinsi kepada kabupaten/kota. Khususnya yang disalurkan ke Kabupaten Demak, yang selalu menjadi penerima paling banyak.

“Saya minta Kejati tidak tutup mata. Patut diduga Demak selalu jadi penerima bankeu terbanyak bukanlah sesuatu yang wajar. Pasti ada tukang ‘ijon’ yang memainkan proyek bankeu di Demak,”tukasnya.

Sebagaimana diberitakan Jowonews sebelumnya, Kabupaten Demak tahun 2015 kembali menjadi penerima bankeu terbesar dari provinsi. Nilainya mencapai Rp 109 M.

Kepastian itu berdasarkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang diajukan oleh Biro Keuangan Pemprov Jateng tanggal 20 Nopember dan ditandatangani Kepala Biro Keuangan M.Arif Sambodo SE, M,Si. RKA itu juga sudah disetujui komisi D dan DPRD Jateng, melalui rapat paripurna, Jumat (28/11) kemarin.

Berdasarkan RKA, total bantuan keuangan kepada kabupaten/kota dan pemerintah desa dengan kode rekening 517 adalah Rp 1.148.750.510.000,00 (Rp 1,148 T). Berdasarkan data RKA tersebut, 5 besar penerima bankeu masing-masing adalah Kabupaten Demak Rp 109 M, Kabupaten Jepara Rp 74,7 M, Kabupaten Pati Rp 55,3 M. Disusul kemudian Kabupaten Wonosobo Rp 51,2 M dan kabupaten Brebes Rp 47,8 M.

Sementara kabupaten/kota penerima bankeu terendah adalah Kota Salatiga Rp 99 M, Kota Magelang Rp 10 M, Kota Pekalongan Rp 13,3 M. Disusul Kabupaten Boyolali Rp 13,7 M dan Kota Surakarta Rp 16 M. Karuan, dengan fakta itu, nampaknya APBD Jateng untuk bankeu pemprov kepada kabupaten/kota belum berpihak pada rakyat. Diduga masih berpihak kepada peng ‘ijon’ anggaran.

Pasalnya, belum ada dua pekan Gubenur Jateng H Ganjar Pranowo mempersoalkan bantuan keuangan (Bankeu) provinsi kepada kabupaten Demak yang 2 tahun berturut (2013-2014) selalu mendapat tertinggi, pada pembahasan APBD 2015 dipastikan kembali menjadi penerima tertinggi.

Padahal gubernur saat itu dengan gamblang kepada Jowonews menyatakan keheranannya. Apalagi hasil pemeriksaan BPK, Demak juga mendapatkan disclamer. “Saya heran kenapa demak dua tahun berturut-turut selalu menjadi penerima bankeu terbesar. Apa istimewanya Demak,”ungkap Gubernur.

Bahkan gubernur mengaku sedang menerjunkan tim ke Demak, guna mencari tahu siapa yang menaruh bankeu ke Demak itu. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here