KKP Semarang
KKP Semarang

Semarang, Jowonews.com  – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Semarang Kamis (4/12) menggelar simulasi pandemik virus ebola. Langkah ini sebagai upaya kesiapsiagaan petugas dalam menangani pasien yang terjangkit ebola.

Simulasi dibagi dalam beberapa tahapan, dari kordinasi antar petugas di kapal dengan otoritas pelabuhan, hingga penanganan pasien yang diduga terjangkit virus ebola. Simulasi diawali dengan penyampaian informasi kepada otoritas pelabuhan dari nahkoda kapal, bahwa terdapat seorang anak buah kapal (ABK) yang diduga terjangkit virus ebola.

Informasi dari pelabuhan dilanjutkan kepada KKP untuk mendirikan tenda isolasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Sebelum menjemput korban, tim dokter dari KKP Semarang mempersiapkan sejumlah peralatan medis, termasuk tabung isolasi. Tim dokter juga mengenakan pakaian khusus, agar tidak turut terjangkit virus mematikan tersebut.

Usai menjemput korban dari dalam kapal, dan mendapat perawatan di tenda isolasi sementara, tim dokter lantas berkoordinasi dengan RSUP Dokter Karyadi Semarang. Guna merujuk korban untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Kepala KKP Semarang, Priagung Adi Bawono, simulasi digelar dalam rangka untuk mengetahui kesiapan petugas dalam penanganan adanya suspect ebola. Dalam simulasi ini, tim kesehatan pelabuhan melibatkan 50 orang tim teknis dan 20 orang non teknis. ‘’Rncananya, latihan serupa ini akan sering digelar utnuk mengasah kesigapan petugas,’’ katanya.

KKP Semarang menyiapkan sebuah tenda khusus guna menangani kasus pandemi ebola. Tenda seluas 28,4 meter dan daya tampung 10 orang ini, nantinya akan dipergunakan sebagai tenda isolasi pasien yang terjangkit virus ebola. Pendirian tenda isolasi ini, butuh keahlian khusus.

‘’Pendirian tenda isoalasi ini, membutuhkan satu tim yang terdiri dari 9 orang, waktu yang dibutuhkan maksimal 7 menit. Sementara waktu yang tercatat dalam simulasi ini, hanya memakan waktu 5 menit,’’ terangnya.

Salah satu dokter KKP Semarang, Lucky Taufika menuturkan, tenda isolasi ini mempunyai fungsi sebagai tempat isolasi sementara pasien yang terjangkit ebola. Tenda tersebut mempunyai keistimewaan tahan dari segala bentuk ancaman. Yaitu tahan api, air, hingga terjangan badai yang kecepatannya 100 Km/jam, akan tetap kokoh.

 Tenda yang bisa merubah sirkulasi udara panas menjadi dingin ini, mempunyai berat masal sekitar 280 kilogram. Bersifat portable atau bisa dipindahkan kemana saja.. KKP Semarang baru mempunyai satu buah tenda isoalasi khusus ini. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here