Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Semarang, Jowonews.com – DPRD jateng akan melakukan reses 6 hari dengan dibekali uang saku Rp 2,4 M. Seratus anggota DPRD Jateng mulai tanggal 8-13 Desember akan melakukan penyerapan aspirasi (Reses) ke daerah pemilihannya masing-masing menyapa konsituen.

Selama 6 hari, mereka harus mengumpulkan 600 konstituen dalam 6 tempat yang berbeda. Setiap anggota dewan dibekali uang Rp 24.780.000.

Uang Rp 24.780.000,00 per anggota itu masing-masing untuk sneck @ Rp 12.500.000,00 x 600= Rp 7.500.000,00. Makan @ Rp 20.000,00 x 20.000,00= Rp 12.000.000,00. Soundsistem @ Rp 1.250.000,00 x 6 tempat= Rp 7.500.000,00. Sewa gedung Rp 600.000,00 x 6 tempat= Rp 3.600.000,00. Lungsum Rp 700.000,00 x 6 hari Rp 4.200.000,00 dan representasi Rp 130.000,00 x 6 hari= Rp 780.000,00. Sehingga total tiap anggota dewan dibekali uang Rp 24.780.000,00.

Kalau ditotal, untuk 1 kali reses 100 anggota dewan pada 8-13 Desember menghabiskan dana Rp 2,478.000.000,00. Sehingga kalau 1 tahun ada 3 kali reses, berarti menghabiskan anggaran Rp 7.434.000.000,00.

Sementara itu berdasarkan
Buku penjabaran APBDP 2014 halaman 18, biaya reses Rp DPRD Jateng Rp 13.497.331.000,00. Rinciannya pada anggaran murni dianggarkan Rp11.378.520.000,00 dan pada anggaran perubahan ditambah Rp 2.118.811.000,00.

Dengan fakta itu, anggaran reses anggota DPRD Jateng tahun 2014, setelah digunakan reses 3 kali dalam setahun, anggarannya masih sisa Rp 6.063.331.000,00.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mempertanyakan motifasi reses anggota dewan. “Motifasi menjalankan reses itu diduga hanya untuk mengambil dan menghabiskan dana APBD saja. Bukan murni menyerap aspirasi dari masyarakat,”ungkap Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Jumat (5/12).

Menurutnya, reses yang dilakukan dewan kali ini tidak akan ada gunanya. Karena reses dilakukan setelah pembahasan APBD Jateng TA 2015.

Harusnya, kalau memang niatnya menyerap aspirasi konstituennya, reses itu dilakukan sebelum pembahasan dan penetapan APBD 2015. Sehingga penyerapan aspirasi dari masyarakat dapat dituangkan/diimplementasikan pada APBD 2015.

“Lha nanti hasil resesnya mau digunakan untuk apa,”kata Boyamin dengan nada bertanya.

Ditambahkannya, kalau dewan beralasan hasil reses akan digunakan untuk bahan pembahasan APBD Perubahab 2015, itu juga tidak pas. Sebab, dalam satu tahun itu ada 3 kali massa reses. Sehingga bekal untuk pembahasan APBD P, masih ada 3 kali reses pada tahun 2015.

Boyamin juga mengungkapkanreses pertama yang akan dilakukan anggota dewan periode 2014-21019, ternyata menggunakan jatah dana reses dewan periode lalu.

“Anggaran reses dewan tanggal 8-13 Desember juga menggunakan anggaran reses dewan periode lalu. Dewan periode lalu tidak memanfaatkan massa reses terakhir, karena waktunya sudah mepet dengan berakhirnya massa tugas. Kalau tetap melaksanakan reses, hasilnya juga tidak bisa digunakan, karena banyak yang tidak jadi lagi,”bebernya..

Penggunaan anggaran yang semestinya digunakan reses dewan periode lalu juga diakui Sekwan Jateng Priyo Anggoro.

“Memang ini menggunakan anggaran reses yang harusnya digunakan reses anggota dewan periode lalu. Tapi karena waktunya mepet akhir massa tugas, saat itu tidak digunakam. Kan hasilnya reses mau untuk apa kalau tugas sudah berakhir,”katanya, kemarin.

Sementara itu kabag Humas Setwan Jateng Rani Ratnaningdyah saat dikonfirmasi menyampaikan dewan memang akan melaksanakan reses mulai 8-13 Desember. “Setelah kunjungan kerja keluar daerah, tanggal 8-13 Desember dewan langsung melakukan reses ke dapilnya masing-masing,”katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Saat diminta menjelaskan berapa anggaran reses kali ini, Rani tidak bisa menjelaskan secara pasti. Dia mengaku tidak hafal. Hanya dia memberi informasi kalau komponen yang akan diberikan pada anggota dewan adalah uang snack, makan, soundsistem, sewa gedung, lungsum dan representasi.

“Untuk snack per paketnya Rp 12.500,00, makan Rp 20.000,00, lungsum Rp 700.000,00, representasi Rp 130.000,00,”katanya sambil bilang untuk sewa gedung dan soundsistem tidak ingat.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here