Pasar Sampangan yang sudah direvitalisasi Pemkot Semarang terlihat megah. Dewan mendesak Pemkot Semarang segera membentuk PD Pasar.
Pasar Sampangan yang sudah direvitalisasi Pemkot Semarang terlihat megah. Dewan mendesak Pemkot Semarang segera membentuk PD Pasar.

SEMARANG, Jowonews.com – Pengelolaan pasar tradisional di Kota Semarang dinilai sudah saatnya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal itu agar tata kelolanya lebih profesional dan lebih maju. Bahkan ke depan mungkin dapat dikembangkan menjadi sebuah tujuan wisata.

Joko Setijowarno, Anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang, mengatakan, manajemen pasar tradisional sangat penting. Pemkot Semarang sedang menata bangunan pasar tradisional secara fisik untuk menampung pedagang yang meluber ke jalan. Seperti Pasar Bulu di mana akhir tahun ini pembangunannya selesai dan sudah dapat digunakan.  

‘’Tapi kalau tidak diiringi dengan manajemen atau tata kelola pasar yang profesional, pembangunan pasar tersebut tak ada artinya alias jadi buruk, sehingga makin jauh dari pembeli rasional,’’ ujaranya, Minggu (7/12).

Menurutnya sudah saatnya pengelolaan pasar tradisional di Semarang oleh BUMD agar lebih profesional tata kelolanya. Bangunan terpelihara, jualan pedagang jadi tertata, pasar tradisional bias jadi tujuan wisata seperti halnya di negara lain.

Hal senada disampaikan juga Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Nabila. Dia mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar, sebaiknya Pemkot Semarang membuat perusahaan daerah. Nanti, perusahaan tersebut bisa bekerjasama dengan pihak ketiga melalui sistem bagi hasil selama kurun waktu tertentu. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here