Masjid Agung Jawa Tengah

Semarang, Jowonews.com – Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menyatakan, masjid di Jateng berpeluang besar menjadi agen perubahan. Pasalnya, jumlah masjid di Jateng sekarang ini sangat banyak sekali.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengelola MAJT, Ali Mufiz saat ditemui di kantor MAJT, Senin (8/12). “Masjid itu seharusnya bisa jadi agen perubahan. Sehingga ada akselerasi pembangunan daerah menggunakan masjid sebagai sarana perubahan ditengah masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakan Ali Mufiz, peluang masjid menjadi agen perubahan itu peluangnya sangat besar sekali. Berdasarkan data dari kantor wilayah departemen agama Jateng, jumlah masjid di Jateng sekarang ini ada 137.623 masjid. “Disamping itu, 2 tahun lalu (2012) ketika takmir masjid ngumpul di Semarang jumlahnya sudah mencapai 976 takmir. Jumlah itu kan representasi jumlah masjid,” bebernya.

Kalau dibanding institusi yang lain, ini adalah jumlah yg luar biasa. “Sebagian besar dibangun dengan dana masyarakat sendiri dan peluangnya besar sekali sebenarnya, bisa bidang sosial, perdagangan, politik dan lain sebagainya,”katanya.

Namun demikian, diakui memang ada beberapa persoalan yang dihadapi masjid. Misalnya menyangkut status tanah. Banyak lahan masjid digugat anak turun pemilik tanah. Karena dulu tidak ada sertifikatnya.

Disamping itu, hampir semua pengelola masjid mengeluh, karena tidak ada biaya. Sehinga hampir semua kumuh. “Ini karena bantuan dari pemerintah memang tidak ada,”pungkasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here