Semarang, Jowonews.com—Seorang kader Partai Golongan Golongan Karya (Golkar) Jawa Tengah yang juga pengurus DPD I Jateng, Roos Dwi Hartono hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar Tandingan versi Agung Laksono di Ancol.

Namun, DPD I Golkar mengaku tak mendapatkan mandat dari DPP menghadiri Munas tersebut. Mengetahui ada kader Jateng hadir, DPD I Jateng akan menyelidiki apa maksud kehadiran kader tersebut dan memanggil yang bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jowonews, Roos Dwi Hartono merupakan Wasekjen DPD I Golkar. Mengetahui kehadiran itu, Wakil Ketua DPD I Golkar Sasmito mengatakan akan memanggil pihak yang bersangkutan lantaran Munas di Ancol tak sesuai dengan AD/ART.

“Kita bukan mau membela Munas Ancol atau bagaimana, tapi kita pegangannya adalah AD/ART. Munas yang sesuai dengan AD/ART adalah munas yang diselenggarakan di Bali. Jadi kita ikuti irama itu, mamang secara organisasi itu (Munas Bali) sah,” terang mantan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng itu saat dihubungi,Selasa (9/12/2014).

Namun, kata Sasmito, jika ada gerakan reformasi dan sebagainya, bagi Sasmito hal itu tidak ada dalam AD/ART. Jika ada penyelenggaraan Munas, lanjutnya, sudah pasti ada surat rekomendasi pemberangkatan untuk Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bappilu, Sektrtaris, dan Bendahara. “Kita sesuaikan yang datang. Harusnya itu, dasarnya SK pelantikan. DPD I, dapat SK dari DPP, kalau DPD II maka SK dari tingkat satu,” imbuhnya.

Sasmito akan menyelidiki dan memanggil pihak terkait yang hadir di Munas Ancol. Jika melanggar, hal tersebut akan ditangani oleh Dewan Kehormatan DPP Golkar Pusat. “Kita hanya menyerahkan ke DPP, mereka yang punya wewenang,” terang Sasmito.

“Harapan saya, meski kini kesannya Golkar sedang mengalami dualisme kepemimpinan, namun yang sah sesuai AD/ART adalah Munas di Bali. Kedepan supaya dua kubu saling bersatu tetap dalam Golkar,” tutupnya.

Saat dihubungi, Wasekjend DPD I Golkar Jateng itu mengaku datang sebagai Ketua Kasgoro Jateng, dimana Ketua DPP Kasgoro adalah Agung Laksono. Saat ditanyakan kondisi munas yang diikutinya di Ancol, Hartono mengaku sangat kondusif dan lebih demokratis.

“Kondisi Munas sangat demokratis. Saya hadir mewakili pribadi diri saya sekaligus saya sebagai Kasgoro 1957 Jateng, dan Agung Laksono adalah ketua Kosgoro seluruh Indonesia. Jadi, mau tidak mau saya harus hadir di Jakarta,” terangnya.

Saat ditanyakan apakah ada kader Golkar Jateng lain yang hadir, Hartono kurang mengetahui hal tersebut. “Mustinya ada, tapi kurang tahu, mungkin di forum sendiri ada. Kalau itu kan masalah pribadi masing-masing,” imbuhnya.

Hal yang sama diutarakan untuk masalah dukungan Golkar ke kubu Munas Bali, atau Munas Jakarta. “Secara pribadi saja mendukung. Secara kelembagaan haarus ada rekonsiliasi kalau memang diragukan. Secara kelembagaan beliau-beliau (kader senior Jateng) sendiri mungkin mendukung, Kosgoro Jateng jelas mendukung Agung Laksono. Kita juga salah satu tim formatur yang mendukung di Ancol, dan mewakili Jawa di enam provinsi,” tutup Hartono.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here