Semarang, Jowonews.com—Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi hari Selasa (9/12) pagi melaksanakan rapat koordinasi sosialisasi Kartu Semarang Sehat (KSS) di balai kota. Kegiatan yang diberikan kepada pimpinan rumah sakit dan puskesmas se Kota Semarang ini, diketahui ada lima rumah sakit yang diduga menolak menjalankan program jaminan kesehatan bagi warga miskin tersebut.

Keberadaan lima rumah sakit yang menolak program KSS tersebut, ditunjukkan dengan ketidakhadiran mereka untuk memenuhi undangan rapat pertemuan sosialisai program KSS bersama wali kota. Kelima rumah sakit itu, antara lain RS Colombia Asia, Tlogorejo, Elizabeth, dan Hermina yang berada di Jalan Pandanaran dan daerah Pudak Payung.

Usai memberikan pengarahan dalam sosialisasi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya mengundang seluruh kepala rumah sakit baik swasta maupun milik pemerintah untuk mengikuti sosailisasi KSS ini. Pihaknya berharap seluruh rumah sakit dan puskesmas agar berkomitmen untuk melayani pasien warga Semarang pemegang kartu KSS.

‘’Ini adalah program untuk melayani masyarakat tidak mampu untuk memperoleh hak dasarnya yaitu kesehatan. Karena itu, kami sangat berharap semua rumah sakit dan puskesmas bersedia untuk mendukungnya,’’ katanya.

Sementara terkait dengan distribusi kartu KSS ke masyarakat, pihaknya mengaku tidak ada kendala. Hanya saja pembagian kartu KSS memang masih terbatas yakni saat ini baru 782 kartu. Namun sisanya sebanyak 103.000 kartu KSS akan didistribusikan di tahun 2015 mendatang.

Hendi, panggilan akrab wali kota, pun menyayangkan masih adanya lima rumah sakit swasta yang tidak mendukung program ilpemerintah kota di bidang kesehatan ini. Pihaknya pun berencana, akan memanggil kelima pengelola rumah sakit tersebut dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan, distribusi kartu KSS di tahun 2015 ditargetkan bulan April selesai. Sudah diterima warga miskin yang memang berhak. Menurutnya, dengan kartu KSS diharapkan dapat memotong birokrasi di rumah sakit dan puskesmas bagi pasien.

‘’Sesuai dengan instruksi dari wali kota, kami akan terus melakukan sosialisasi ke rumah sakit-rumah sakit dan puskesmas di Semarang, sehingga ke depan tidak ditemui pasien yang ditolak menggunakan kartu KSS. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here