Slawi, Jowonews.com – Ratusan Ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tegal menuntut realisasi janji pemkab terkait Tunjangan Penghasilan Tetap (TPT). Tuntutan itu mereka sampaikan dengan menggeruduk kantor Bupati Tegal,Selasa (9/12). Massa yang berjumlah sekitar 700 orang mengawali aksinya dengan aksi jalan kaki dari GOR Trisanja Slawi.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris PPDI Kabupaten Tegal Teguh Wardoyo mengungkapkan sejumlah tuntutan, salah satunya mengenai TPT. “Janji itu sekarang kami tagih realisasinya,” ujar Teguh.

Teguh juga menuntut agar para perangkat desa dilibatkan dalam pembahasan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang desa. Selain itu, mereka juga menuntut agar bengkok desa tetap melekat pada perangkat desa. “Bagi desa yang tidak berbengkok, diharapkan pemkab bisa membeli tanah sebagai bengkok desa,” sebutnya.

Mereka juga menuntut adanya jaminan kesehatan dengan memasukan sebagai peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) minimal kelas 2. Sedangkan, premi yang harus dibayarkan kepada BPJS ditanggung pemkab atau pemerintah desa. “Kami juga menginginkan ada dana pensiun agar setelah purna tugas ada bekal,”tegasnya.

Bupati Enthus menegaskan realisasi dari sejumlah tuntutan tersebut masih dalam proses. Salah satunya menunggu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terkait Undang-undang Desa. “Tuntutan PPDI bisa terakomodir semua, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin,”katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tegal Haron Bagas Prakosa memastikan besaran TPP akan disesuaikan dengan UMK mulai tahun depan. “Bahkan besarannya bisa melebihi besaran UMK,” tandasnya. (JN07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here