Foto illustrasi, sumber: www.gambarpemandangan.org
Foto illustrasi, sumber: www.gambarpemandangan.org

Foto illustrasi, sumber: www.gambarpemandangan.org
Foto illustrasi, sumber: www.gambarpemandangan.org

Semarang, Jowonews.com – Langkah Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo mengubah janjinya untuk memberi kartu tani menjadi kartu kelompok tani mendapat sorotan dari DPRD Jateng. Anggota komisi B Riyono menilai kartu kelompok tani tidak akan banyak manfaatnya.

“Ganjar belum mampu mengurai rumitnya soal database petani. Karena sulit dan membutuhkan biaya besar akhirnya jadilah kartu tani berubah menjadi kartu kelompok tani” kata Riyono, Jumat (12/12).

Kegagalan Ganjar merealisasikan janji kampanyenya itu karena belum selesainya pendataan dan rumitnya pengelolaan data base. Hal itu harusnya sudah bisa diantisipasi 1 tahun lalu.

“Kenapa sampai sekarang belum selesai?,” tanya Riyono.

Perubahan kartu tani menjadi kartu kelompok tani belum di ketahui oleh banyak oleh petani. Persoalan ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena tidak sesuai dengan janji Ganjar Pranowo saat kampanye menjadi gubernur.

Masih menurut Riyono, fungsi kartu kelompok tani hanya menjadi pengendali adanya pupuk bersubsidi yang selama ini sudah dikendalikan oleh RDKK.

“Jadi menurut saya kartu tani ini tidak begitu bermanfaat untuk petani” kata Riyono,”pungkasnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here