Konflik Golkar
Konflik Golkar
Konflik Golkar
Konflik Golkar

Semarang, Jowonews.com — 10 DPD II Partai Golkar (PG) Jateng akan dibekukan. Pasalnya, pembekuan itu karena menghadiri Munas di Ancol, versi Agung Laksono, yang dianggap ilegal.

Menurut Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Sasmito, kesepuluh DPD II Golkar Jateng yang hadir yakni Rembang, Solo, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Jepara, Cilacap, Banjar Negara, Kebumen, dan Kendal.

Rata-rata dari 10 DPD II tersebut, lanjut Sasmito, dihadiri langsung oleh Ketua DPD II. Sebagian lagi diwakilkan oleh sekretaris, dan wakil ketua..

“Pembekuan 10 DPD II Golkar Jateng sudah dirapatkan pada Selasa (7/12) lalu. Hasilnya, nama-nama anggota dari DPD II, dan DPD I Jateng yang hadir di Munas ilegal tersebut akan dibebukan, meski tetap diperbolehkan menjadi bagian dari Golkar,”ungkapnya, Jumat (12/12).

Terkait pembekuan itu, PG Jateng sudah mendapat dan membahas surat dari DPP tentang 10 DPD II yang datang ke Jakarta.” Sementara kami masih melakukan pendekatan. Hasilnya (dalam pendekatan) apa, akan kita bahas lagi. Kalau sampai ada DPD II yang datang karena sengaja, maka organisasi akan memberikan saknsi,” tegasnya.

Sanksi tersebut, kata Sasmito, yakni berupa pemberhentian dari kepengurusan di DPD II Golkar. “Bukan pemecatan dari Golkar,” kata Sasmito.

Hal itu sesuai dengan isi perintah DPP untuk memutuskan sanksi berdasarkan survey di DPD II, dengan membekukan yang hadir di Munas Ancol.

Ditambahkannya, rata-rata kader DPD II yang hadir di Ancol sudah mengetahui konsekwensi yang akan diterimanya.

Pelaksana Tugas

Konsekwensi dibekukannya ketua pada DPD II Golkar mengharusnkan Golkar mencarikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua. Rencananya, Plt di 10 DPD II akan didiuki sementara oleh kader Golkar di DPD I. “Sebagian ada dari DPD II, tapi kebanyakan akan dilaksanakan oleh DPD I,” papar mantan Wakil Ketua Komisi D DPRD itu.

Rencana pembekuan DPD II, sambung Sasmito,  dilakukan dalam waktu dekat. “Kemungkinan masih minggu depan,” tutupnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here