Masyarakat-Ekonomi-AseanKudus, Jowonews.com – Perusahan produsen alat alat pertanian lokal siap menghadapi integrasi pasar tunggal ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekaligus bersaing dengan produk impor.

“Kami sudah mempersiapkan strategi menghadapi persaingan yang diprediksi bakal semakin ketat pada tahun 2015 nanti,” kata Manajer Pemasaran Shark Hardware and Tools Frederick Ramadhani di Kudus, Sabtu (13/12/2014).

Walaupun pemain baru di bidang peralatan pertanian, kata dia, kualitas produk yang dihasilkan bisa disejajarkan dengan produk dari Jepang dengan harga jual yang lebih terjangkau. Selama ini, kata dia, peralatan pertanian memang dibanjiri produk dari China sehingga pangsa pasarnya memang cukup luas.

Hal itu, kata dia, memang menjadi tantangan untuk bisa memperluas pangsa pasar, meskipun harga jual produk dari China memang lebih murah. Akan tetapi, lanjut dia, produk yang dihasilkan “Shark Hardware and Tools” memiliki layanan purna jual yang jauh lebih baik yang dimungkinkan tidak dimiliki oleh kompetitor dari China.

Layanan purna jual yang ditawarkan, yakni mulai dari garansi servis dan suku cadang selama satu tahun dan ketersediaan suku cadang di setiap daerah serta tempat servis yang tersedia pula di setiap daerah.

Ia menganggap, edukasi terhadap pengguna akhir memang masih kurang sehingga hal itu akan dimaksimalkan dengan mendatangi pengguna akhir dengan memberikan edukasi soal peralatan pertanian yang memang dibutuhkan.

Awalnya, “Shark Hardware dan Tools” bermain pada peralatan kompresor pada tahun 1984 dan saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup besar, kemudian merambah ke peralatan pertanian yang dimulai tahun 2000-an.

“Walau belum lama, penghargaan atas produk peralatan pertanian berulang kali diraih, termasuk sudah mendapatkan sertifikat standar manajemen mutu,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, kata dia, promosi juga sudah dilakukan terhadap sejumlah petani di Desa Hadiwarno, Kecamatan Jekulo, Kudus, kemudian dilanjutkan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) di daerah setempat.

Total penjualan alat pertanian saat ini, kata dia, mencapai 23.000 unit, sedangkan tahun depan diharapkan bisa meningkat hingga 35 persen.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santoso mengungkapkan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian memang dibutuhkan peralatan modern, terutama di bidang tanaman padi. Terkait dengan pemberlakukan MEA, kata dia, petani memang perlu diedukasi bahwa dukungan terhadap produk lokal penting karena demi kemajuan perekonomian negara ke depan. (JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here