Dewan Kritik Pemprov Lamban Tangani Bencana Banjarnegara

  • Whatsapp
Longsor banjar (tweetbanjar)

SEMARANG, Jowonews.com – Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi mengkritik aktion pemprov dalam menangani bencana di lapangan, yang dilihat masih lamban. Seharusnya pemprov lebih tanggap dan sigap.

“Saya berharap pemprov lebih tanggap dan sigap. Tidak hanya asal memetakan lokasi rawan bencana. Tapi harus mencari solusi yang kongret mengatasinya,”ungkap Rukma Setyabudi, kemari,.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemprov sekarang ini kesannya ketika terjadi bencana kebingungan dan tidak siap.

Padahal, mestinya pemprov sudah siap. Apalagi bencana alam hampir setiap tahun terjadi di Jateng.

“Memang action di lapanga n itu yang masih kurang dan belum maksimal,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum menyatakan status darurat di Kabupaten Banjarnegara meskipun terjadi bencana tanah longsor cukup parah. Kemungkinan status darurat bisa ditetapka, jika benar-benar kondisinya memungkinkan.

“Sementara ini statusnya masih belum darurat bencana,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Sabtu (13/12).

Ganjar menambahkan, saat ini pihaknya sudah menginstruksikan semua pihak tanggap bencana di Jateng. Khusus untuk Banjarnegara, ratusan personel baik TNI/Polri, Linmas, dan sejumlah elemen masyarakat turut membantu. Ia menegaskan, yang utama adalah bagaimana dengan cepat mengevakuasi korban longsor.

“Saya sudah berkorodinasi dengan KSAD dan menerjunkan seluruh kekuatan yang ada di militer untuk Jateng,” katanya.

Selain itu, berbagai alat berat seperti “backhoe” dan genset sudah dikirim. Ia meminta agar memastikan, semua bekerja cepat dan tanggap. Tim dari BPBD dan Basarnas dibantu semua elemen melakukan evakuasi korban bencana.

Ia sudah menginstruksikan kepala daerah tanggap dan cepat menyikapi bencana tersebut. “Sudah saya telephone, bupati masih bisa menghandale. Langkah utama, cari dan evakuasi yang masih hidup,” imbuhnya.

Ganjar memastikan, untuk berbagai kebutuhan pokok untuk korban longsor terpenuhi. Ia bahkan sudah mengirimkan beras 3 ton untuk stok di lokasi bencana. Ia juga langsung terjun ke lokasi longsor untuk melihat kondisi sekitar untuk memastikan status bencana.

“Untuk stok bahan kebutuhan pokok masih aman. Sekarang fokus evakuasi di lapangan,” tambahnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *