Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)
Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)
Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)
Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)

Semarang, Jowonews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus untuk buruh di wilayahnya. Termasuk rencana penggunaan lahan aset pemkot di Kelurahan Jerakah, Kecamatan Tugu, untuk dibangun.

‘’Kami mendukung, termasuk rencana pemakaian aset pemkot, silakan tidak masalah, disesuaikan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ada,’’ kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyebutkan akan dibangun rusunawa khusus buruh di Kota Semarang. Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum itu lokasinya di Kelurahan Jerakah, Kecamatan Tugu. Lahan itu merupakan milik Pemkot Semarang seluas 1,4 hektare.

Dari lahan tersebut, seluas satu hektare akan dijadikan lokasi bangunan utama yang terdiri atas 3 blok. Masing-masing blok terdiri dari 4 lantai dengan jumlah kamar 94 unit. Sedangkan 0,4 hektare lahan sisanya digunakan sebagai fasilitas pendukung perumahan seperti tempat parkir dan taman.

Hendi, panggilan akrab wali kota, mengatakan, Disnakertras Jateng telah menyampaikan konsepnya nanti sama seperti rusunawa lainnya. Hanya ini peruntukkannya dikhususkan untuk buruh. Sehingga lokasinya pun berada dekat dengan industri-industri yang ada di wilayah Jerakah.

Kawasan di sana dinilai memang sangat memungkinkan, kebetulan pemkot juga punya beberapa aset yang kosong. Apabila aset itu mau digunakan untuk kepentingan masyarakat tidak ada masalah. ‘’Nanti tinggal proses hibahnya saja dari kementerian terhadap bangunan tersebut yang kita tunggu. Setelah pelaksanaan selesai, diserahkan kepada kami agar kami bisa merawat bangunan tersebut,’’ ujarnya.

Rencana pembangunan rusunawa khusus buruh di Semarang ini sudah pasati. Pada pertemuan dengan Pemprov Jateng dan pusat, kata Hendi, direncanakan pembangunan dimulai tahun 2015. Pemkot sudah menyiapkan lahannya, tinggal menunggu teknis konstruksinya dari pemerintah pusat.

‘’Jadi Pemkot hanya menyediakan tanah dan juga pasti berkewajiban terhadap sarana prasarana di sekitarnya, misalnya akses jalan, lampu penerangan jalan umum, dan hal-hal yang sifatnya insfrastruktur pendukung,’’ jelasnya.

Namun, Hendi belum menyebutkan anggaran yang dialokasikan untuk membangun sarana prasarana tersebut. ‘’Kami belum menghitung kesana karena kita lagi menunggu fisiknya selesai dahulu. Setelah fisik selesai, maka kita baru bisa menganggarkan untuk kebutuhan-kebutuhan yang lain. Jadi di 2015 kita belum menganggarkan untuk sarana prasarana tersebut,’’ terangnya. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here