Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Longsor. (Foto : JN03)
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Longsor. (Foto : JN03)
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Longsor. (Foto : JN03)
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Longsor. (Foto : JN03)

Banjarnegara, Jowonews.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) membuktikan dirinya adalah presiden rakyat. Dengan berkemeja putih dengan sepatu pantofel,, Minggu (14/12) melihat langsung lokasi longsor di Banjarnegara Jateng.

Jokowi yang asli Jateng turun langsung ke bawah, tempat dilakukan evakuasi. Sehingga sepatu yang dikenakannya belepotan lumpur. Dia terlihat memberi pengarahan dan semangat pada tim SAR.

Langkah Jokowi, patut diapresiasi, ditengah sorotan banyak pihak akan lambatnya evakuasi korban longsor. Sebab, korban belum ditemukan diperkirakan masih mencapai angka 80 orang lebih.

Ironisnya, disaat banyak pihak bekerja keras, bahkan presiden juga ‘mandi’ lumpur, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, Minggu (14/12) tidak terlihat dilokasi bencana.

Orang nomor satu di Jateng itu malah menghadiri  acara pelantikan Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Balai Senat UGM, Minggu.

Sementara itu sampai pada  hari ketiga evakuasi, Tim Gabungan telah menemukan 27 mayat yang tertimbun dalam longsor di Dusun Jemblung, Desa Sambang Karangkobar, Banjarnegara.

“Hingga siang ini, mayat yang sudah masuk ke posko jenazah PKS 27, terdiri dari 10 untuk jenazah hari kedua, dan hari ini ditemukan lagi 17, adapun perawatan jenazah, dari identifikasi hingga proses kafan,” kata Saras Pramudya, salah satu relawan PKS, Minggu (14/12).

Selain 27 jenazah yang ditemukan tim gabungan, hari ini relawan juga berhasil mengevakuasi dua unit sepeda motor dari timbunan longsor yang mengubur satu RT di Dusun Jemblung.

“Mayoritas yang ditemukan saat ini adalah pengendara yang melintas di jalur tersebut. Sedangkan untuk warga setempat masih banyak yang tertimbun di reruntuhan tersebut,” ujar Saras.

Terpisah, salah satu relawan PKS lainnya yang bertugas mengevakuasi jenazah, Rifki menyampaikan bahwa selain evakuasi korban, para relawan yang bertugas di lapangan membutuhkan berbagai perlengkapan evakuasi. “Saat ini yang dibutuhkan adalah masker, sarung tangan dan konsumsi,”tandasnya.

Ketua BNPB Syamsul Maarif menyatakan jumlah korban yang belum ditemukan dan sudah masuk ke data BNPB hingga siang ini adalah 84. Korban yang ditemukan tersebut mayoritas warga  setempat.”Kita akan berkolaborasi terus dengan semua elemen untuk menyelesaikan penanganan bencana ini, kemudian upaya yang mendesak selain evakuasi adalah pemilihan ekonomi.

“Jalan yang tertimbun longsor segera kita perbaiki, sehingga membuka kembali akses transportasi,” tandasnya.

Dalam proses evakuasi hari ketiga kali ini, turut hadir sejumlah tokoh nasional, diantaranya Presiden Joko Widodo, Anggota DPR RI Fraksi PKS A Fikri Faqih, dan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here