Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)

SEMARANG, Jowonews.com—Anggota Komisi VIII, DPR RI, A Fikri Faqih meminta segenap masyarakat dan semua pihak untuk banyak belajar dari peristiwa memilukan musibah bencana tanah longsor, yang terjadi di Dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar Banjarnegara.

Fikri menjelaskan bahwa konsep mitigasi dan adaptasi mutlak diperlukan untuk melakukan penanggulangan bencana alam.

“Mayoritas daerah di Jateng kan rawan bencana, sehingga kedepan, belajar dari Banjarnegara, perlu aanya mitigasi dan adaptasi bencana, mitigasi sangat penting karena hal itu merupakan langkah pengurangan terhadap resiko bencana, kemudian yang adaptasi penting karena hal itu akan membuat warga menjadi mandiri dan siap menaggulangi sendiri resiko bencana,” papar pria yang merupakan anggota komisi yang membidangi bencana alam ini.

Sementara, dari lokasi bencana, hingga Senin (15/12/2014), operasi pencarian di lokasi bencana dihentikan pukul 15.30 Wib. Sebanyak 51 korban tewas telah ditemukan sehingga masih ada 57 jiwa korban yang masih dicari.

“Tim gabungan berhasil menemukan 12 jenazah. Dari 51 korban tewas 45 sudah diidentifikasi dan 6 jenasah belum dapat diidentifikasi,” ujar Amir Darmanto, Koordinator Tim Pemulasaraan jenazah PKS.

Dikatakan Amir, rencananya proses pencarian akan dilanjutkan besok pagi, 2.000 personil tim gabungan terus bekerja mencari korban, sementara untuk Senin malam, tim pemulasaraan akan mendatangkan relawan PKS dari Semarang.

”Malam ini akan diberangkatkan bertahap melalui komandan kepanduan kota Semarang, selama lima hari kedepan kerja relawan akan semakin berat, karena bau mayat yang semakin membusuk,” paparnya. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here