Menara MAJT
Menara MAJT

SEMARANG, Jowonews.com – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memelopori pengumpulan bantuan kemanusiaan untuk para korban tanah longsor di Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara yang mulai dievakuasi di sejumlah titik .

Ketua Badan Pengelola (BP) MAJT Drs Ali Mufiz, Senin (15/12), menggelar rapat kordinasi melibatkan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng KH Achmad, Ketua MUI Jateng Dr KH Achmad Darodji, beserta para takmir masjid se-kota Semarang, untuk mengumpulkan bantuan bagi para korban.

“Kita sepakat, deadline pengumpulan bantuan uang ke MAJT, Rabu (17./12) pagi, memanfaatkan momentum penyelenggerakaan FGD bertema Mengapa Kau Abaikan Masjid, studi kasus MAJT, di gedung BP MAJT, yang diselenggarakan Kelompok Diskusi Wartawan Provinsi Jateng,” kata Ali Mufiz kepada pers usai memimpin rakor, yang juga dihadiri Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturrahman H Imam Syafi’i dan Ketua Takmir Masjid Agung kauman Semarang Ir KH Khammad Maksum Alhafidz.

Tiga takmir masjid besar yakni MAJT, Masjid Baiturahman dan Masjid Agung Kauman, sepakat menyumbang minimal Rp 25 juta. Sedangkan takmir lain se-kota Semarang diharapkan menyumbang minimal dua kali perolehan infak salat Jumat.

Dijelaskan, selain mengerahkan para takmir masjid, MAJT juga mengetuk masyarakat dan kalangan swasta untuk peduli membantu para korban bencana tersebut . “MAJT siap menyalurkan dengan bantuan sebaik-baiiknya, ” katanya.

Menurut Ali Mufiz, pengumpulan dana untuk korban tanah longsor Banjarnegara akan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang mendesak. Berdasarkan penjelasan Putut, dari BPBD Jateng yang hadir dalam rakor, untuk stok beras tak kekurangan diback up pemerintah daerah.

Saat ini yang dibutuhkan seperti pakaian pria wanita, pakaian anak, pakaian dalam wanita, pembalut wanita, peralatan mandi, makanan penambah gizi, obat-obatan, selimut serta sarung tangan untuk para relawan.

Selain akan menyalurkan dalam bentuk material, MAJT bekerjasama dengan MUI Jateng dan DMI Jateng akan mengirimkan dai-dai dan tim psikolog untuk menghibur para pengungsi secara batiniyah. “Para dai ini, akan dikirim dari kabupaten setempat,” tambah Ketua MUI Jateng Dr KH Achmad Darodji.

Sedangkan para psikolog yang diharapkan membantu penanganan pendidikan untuk anak-anak, akan dikordinasikan dengan kalangan perguruan tinggi. “Ini misi mulia yang harus melibatkan banyak pihak,” jelas Ali Mufiz.

Ketua DMI Jateng KH Achmad menyatakan dukungannya untuk mengerahkan para takmir masjid membantu korban tanah longsor di Banjarnegara. Selain mengumpulkan bantuan uang, diharapkan seluruh takmir masjid menyelenggarakan salat gaib.

Sedangkan Ketua MUI Jateng Dr Achmad Darodji mengatakan, Jateng termasuk daerah rawan bencana alam. Berdasarkan data Jateng termasuk rawan tsunami, tanah longsor dan gunung meletus. Salah satu cara menghindari bencana dalam konsep Islam, memperbanyak sedekah dan berinfak.

 “Mari kita bantu saudara kita yang sedang terkena musibah baik saat bencana maupun pascabencana nanti,” tegasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here