Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Wakil Ketua DPRD Sukirman meninjau lokasi bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (16/12).
Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Wakil Ketua DPRD Sukirman meninjau lokasi bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (16/12).
Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Wakil Ketua DPRD Sukirman meninjau lokasi bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (16/12).
Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Wakil Ketua DPRD Sukirman meninjau lokasi bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (16/12).

BANJARNEGARA, Jowonews.com – Relokasi total 31.523 warga 13 desa di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara menjadi harga mati. Bila tidak, jiwa mereka bisa mati sia-sia tertimbun bencana tanah longsor.

Menurut Camat Karangkobar Yusuf Arigar, seluruh desa di kecamatan Karangkobar yang berjumlah 13 desa, semuanya rawan bencana. Sehingga sangat berbahaya kalau tetap ditempati. “13 desa di Kecamatan Karangkobar semua rawan bencana,”ungkap Yusuf Arigar, Selasa (16/12).

Pernyataan itu diungkapkan Yusuf Arigar saat menemui Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan Wakil Ketua DPRD Sukirman. Rukma dan Sukirman secara khusus meninjau lokasi bencana tanah longsor mewakili DPRD Jateng. Keduanya juga menemui korban selamat. Selain memberi bantuan, juga memberi semangat kepada para korban selamat.

Lebih lanjut disampaikan Camat Karangkobar, 31.523 jiwa itu terdiri dari 8.490 kepala keluarga (KK). Rinciannya Desa Pawedan 1.466 jiwa, 416 KK, Gumelar 1.016 jiwa, 314 KK, Purwodadi 2.468 jiwa, 652 KK. Desa Sampang 2.355 jiwa, 735 KK, Slatri 2.478 jiwa, 671 KK, Pagerpelah 2.123 jiwa, 543 KK, Pasuruhan 1.384 jiwa, 351 KK. Desa Karanggondang 2.510 jiwa, 650 KK, Legong 928 jiwa, 257 KK.

Desa Binangun 2.874 jiwa,828 KK, Ambal 2.440 jiwa, 657 KK, Karangkobar 5.353 jiwa 1.270 KK, Leksana 4.115 jiwa, 1.147 KK. Total 31.510 jiwa, 8.490 KK.

Terkait kondisi 13 desa yang medannya rawan bencana semua, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Selama ini yang dilakukan hanya menghimbau supaya masyarakat berhati-hati. Khususnya pada musim penghujan seperti sekarang ini. “Kita juga melakukan penghijauan terus,”akunya.

Untuk melakukan relokasi warga ketempat lain di wilayah kecamatan Karangkobar, sekarang ini sulit dilakukan. Persoalannya bukan warga tidak mau, tapi karena lahannya yang memang tidak ada. “Kemarin saja ada satu rumah lagi yang terkena longsor, kita mau mencarikan tempat satu saja sulit sekali. 70 persen kondisinya terjal,”akunya.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyampaikan, bahwa relokasi kepada 13 desa di kecamatan Karangkobar tidak mungkin dilakukan. Karena, kalau harus direlokasi semua, berarti ada ‘bedol’ kecamatan. “Ini tidak mungkin, yang mungkin direlokasi adalah masyarakat yang kemarin itu tertimpa longsor,”ungkapnya.

Disampaikannya, berdasarkan penjelasan Wabup Banjarnegara Hadi Supeno, dari 20 kecamatan di Banjarnegara, 12 kecamatan rawan longsor. 19 berpotensi longsor, dan hanya 1 kecamatan yang benar-benar aman, yaitu Kecamatan Prakit. “Artinya tidak mungkin dilakukan relokasi. Paling yang bisa dilakukan kurangi resiko. Yaitu dengan menanam, tanaman keras yangg bisa tahan air dan tanah,”katanya.

Penghijauan yang terjadi di Banjarnegara sekarang ini adalah penghijauan semu. “Salak itu tidak bisa tahan air,”ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng dari FPKB, Sukirman menyampaikan pemprov harus bergerak cepat menangani longsor di Banjarnegara. Utamanya relokasi terhadap korban longsor. “Gubernur kan bisa menggunakan dana tak tersangka. Anggaran itu salah satu penggunaannya memang untuk bencana alam,”paparnya.

Berdasarkan dialog dengan warga dipengungsian, ternyata mereka juga siap untuk direlokasi. Asalkan daerah yang dijadikan tempat relokasi aman. Dengan kesiapan warga untuk direlokasi itu, pemerintah tinggal menindaklanjuti. “Nanti kita di DPRD akan mendorong penganggaran pendampingannya,”paparnya.

Selain itu, Sukirman juga minta  pemprov  memperhatikan penanganan pasca bencana. Masyarakat  harus dilakukan pendampingan. “Mereka harus kita carikan pekerjaan dan lain sebagainya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here