Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co

Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co
Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co

Pati, Jowonews.com – Ratusan nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Kamis, menggelar aksi unjuk rasa di depan kator Satker PSDK Juwana untuk menuntut kementerian kelautan mencabut dan merevisi Permen Kelautan dan Perikanan RI tentang pelarangan kegiatan alih muat ikan di tengah laut.
Dalam aksinya itu, para nelayan mengusung replika pocong manusia sebagai simbol matinya hati nurani Menteri Kelautan sehingga mereka juga menumpahkan kekesalannya dengan membakarnya.
Selain itu, nelayan juga meyegel pintu gerbang kator satker pemberdayaan sumber daya kelautan (PSDK).
Koordinator aksi, Bambang Wicaksana mengatakan, nelayan menolak larangan alih muat kapal di tengah laut karena merugikan pengusaha ikan dan nelayan.
Aksi kali ini, kata dia, merupakan bentuk kemarahan para nelayan terhadap permen yang dikelurakan oleh menteri kelautan tersebut.
“Kami menuntut aturan tersebut direvisi karena merugikan nelayan utamanya nelayan kapal penampung dan kapal pursine,” ujarnya.
Aturan tersebut, kata dia, membuat 68 kapal penampung di Juwana tidak bisa beroperasi.
Sementara kapal penamgkap ikan, kata dia, terancam merugi karena ikan yang ditangkap ketika tidak segera dibawa ke daratan terancam membusuk dan harga jualnya juga akan turun.
Aturan seperti itu, seharusnya bukan untuk kapal nelayan lokal, melainkan kapal asing.
Apabila aspirasinya itu tidak dikabulkan, nelayan dan pengusaha ikan serta anak buah kapal mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar.
Mereka juga mengancam untuk melakukan aksi blokir jalan Pantura Pati serta menutup tempat pelelangan ikan.(JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here