Ilustrasi Bibit Tanaman, foto: www.griyawisata.com

Ilustrasi Bibit Tanaman, foto: www.griyawisata.com
Ilustrasi Bibit Tanaman, foto: www.griyawisata.com

Kudus, Jowonews.com – Dengan dukungan dan kerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi pemrintah kabupaten Kudus menggalakkan program penghijauan.
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil menanam sekitar 284.180 bibit pohon selama tahun 2014 yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kota ini.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Budi Santoso, di Kudus, Kamis, pohon yang ditanam meliputi bibit pohon sengon, randu, durian, avokad, sirsat, manggis, dan cengkeh.
“Beberapa jenis tanaman ini tidak hanya untuk program penghijauan. Tapi, dapat menambah pemasukan ekonomi keluarga dengan hasil yang dicapai ketika berbuah,” ujarnya.
Lewat dana APBN 2014, kata dia, dilakukan pembibitan berbagai jenis tanaman melalui lima kebun bibit rakyat yang dikelola oleh kelompok tani.
Di Kecamatan Gebog terdapat tiga kelompok tani dan Kecamatan Dawe terdapat dua kelompok tani.
Adapun jenis bibit tanaman yang dibudidayakan, yakni sengon sebanyak 186.000 batang, randu 3.000 batang, avokad 6.000 batang, durian 2.000 batang dan sirsat sebanyak 3.000 batang.
Lewat program rehabilitasi dan konservasi lahan di kawasan Muria dengan memanfaatkan dana bantuan Gubernur 2014, kelompok tani di Desa Ternadi dan Kandangmas, Kecamatan Dawe juga melakukan pembibitan tanaman sengon 10.000 batang, manggis 2.000 batang, cengkih 2.500 batang, durian 2.000 batang, dan sirsat 2.500 batang.
Pemkab Kudus juga mendukung program tersebut lewat APBD Kudus 2014 melalui program pengembangan hutan tanaman dengan menunjuk dua kelompok tani di Desa Soco dan Cranggang, Kecamatan Dawe yang berhasil mengembangkan 5.000 bibit sengon, 1.000 bibit karet, 2.000 bibit durian, dan 950 bibit cengkeh.
Bupati Kudus Musthofa mengungkapkan, melalui aksi penamanan pohon yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kudus dalam bentuk gerakan massal diharapkan mampu membangun budaya menanam dan memelihara pohon secara berkesinambungan.
“Setidaknya, pada masa akan datang dapat memberikan manfaat yang besar dalam memperbaiki lingkungan yang rusak untuk mengurangi pemanasan global,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan penghijauan selama ini bukan sekadar seremonial, melainkan memang ada bukti.
“Kami minta seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa mengajak warganya untuk gemar menanam,” ujarnya.
Ia mengakui, kesadaran memelihara tanaman hasil penanaman perlu ditingkatkan, sehingga nantinya dapat menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. (JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here