Ceria. Trauma Healing digelar para relawan untuk memulihkan mental para korban bencana longsor banjarngera. (Foto : JN03)
Ceria. Trauma Healing digelar para relawan untuk memulihkan mental para korban bencana longsor banjarngera. (Foto : JN03)
Ceria. Trauma Healing digelar para relawan untuk memulihkan mental para korban bencana longsor banjarngera. (Foto : JN03)
Ceria. Trauma Healing digelar para relawan untuk memulihkan mental para korban bencana longsor banjarngera. (Foto : JN03)

BANJARNEGARA, Jowonews.com—Sepekan usai bencana longsor yang memporakporandakan ratusan rumah di dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, relawan mulai memfokuskan penanganan bencana pada tahap pemulihan dan recovery pasca bencana. Meski masih ada aktivitas evakuasi korban, namun fokus utama yang akan dilakukan relawan mulai Kamis (18/12/2014) adalah pemulihan pasca bencana.

Hal itu disampaikan oleh salah sau relawan pemulasaraan jenazah, Pudjo Hardiansyah. Saat dikonfirmasi, Pudjo menyampaikan bahwa proses pemulasaraan jenazah akan segera dihentikan dan berganti fokus pada trauma healing, pembersihan tempat kejadian longsor dan proses recovery bencana lainnya.

“Kenapa pemulasaraan jenazah dihentikan, karena meski masih ada proses evakuasi, namun korban yang ditemukan tim sudah tidak berbentuk lagi karena terlalu lama tertimbun, dan berdasarkan diskusi dengan pihak terkait, tidak ada proses pemulasaraan jenazah lagi, sehingga setelah evakuasi, korban langsung dimakamkan di pemakaman umum,” paparnya, Kamis (18/12/2014).

Lebih lanjut, pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara fraksi PKS ini menyampaikan, para relawan akan dikerahkan untuk proses trauma healing dan pemulihan area longsor.

“Sejak dua hari yang lalu, kami memulai aktivitas trauma healing untuk anak – anak korban longsor di Desa Ngaliyan, dan mulai kemarin, tim gabungan juga sudah mulai membersihkan sungai dan pemulihan area longsor, pemulihan tersebut adalah pembersihan lokasi, pembersihan dan melancarkan arus sungai, serta masih melanjutkan evakuasi yang dibantu ekskavator,” jelasnya.

Sementara, berdasarkan data dari BNPB, hingga Rabu (17/12/2014) sore WIB, korban yang berhasil ditemukan adalah 83 orang tewas, sedangkan korban yang masih dicari adalah 25 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here