Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

SEMARANG, Jowonews.com – Sebanyak 16 formasi PNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih kosong, yakni untuk posisi dokter spesialis.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng telah mengumumkan peserta yang lolos tes CPNS untuk Pemprov dan 29 kabupaten/kota, dengan total 1.905 formasi.

Tes kompetensi dasar (TKD) yang dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada 15 Oktober – 5 Desember lalu di tujuh wilayah, total diikuti 80.622 peserta baik untuk PNS Pemprov maupun Pemkot/kab.

Jumlah keseluruhan yang seharusnya hadir adalah 83.789. Tes ini menjadi dasar penerimaan, dengan minimal skor 271 secara akumulatif.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Suko Mardiono melalui Kabag Pengembangan Pegawai, Andi Suryanto mengatakan, peserta yang diterima di tiap posisi adalah peraih skor tertinggi sesuai jumlah formasi. Selain secara akumulatif minimal 271, pada tiap bidang tes juga terdapat passing grade.

“Untuk 166 formasi yang disediakan Pemprov Jateng, sebanyak 150 telah terisi. Posisi guru diterima sebanyak 4 orang, tenaga kesehatan 73 orang, dan tenaga teknis 73 orang,” jelas Andi, ditemui di Kantor BKD Jateng, Jumat (19/12).

Sebanyak 16 posisi tenaga kesehatan utamanya dokter spesialis di Pemprov Jateng masih kosong, antara lain Spesialis Anak, Kandungan, Penyakit Dalam, Kulit dan Kelamin, Anastesi. Selain itu formasi untuk Ortotis Protetis dan Sanitarian juga masih kosong.

“Pelamar untuk dokter spesialis memang terbatas. Untuk Ortotis Protetis bahkan hanya diikuti satu pelamar, dan tidak diterima karena tidak lulus passing grade,” jelasnya.

Pengumuman Tes CPNS telah dapat dilihat sejak Jumat (19/12) di situs cpns.jatengprov.go.id, beberapa media cetak, juga di papan pengumuman di instansi terkait seperti Kantor Gubernur, BKD, Bakorwil I, II dan III.

Nama-nama yang lolos menjadi PNS diperoleh dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) di Jakarta, dan BKD Jateng hanya bertugas mengumumkan. Panselnas terdiri dari Tim Pengarah Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tim Pelaksana Badan Kepegawaian Negara (BKN), Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri, Tim Pengawas dari BPKP, Irjen, BIN, Ombudsman dan Konsorsium LSM.

Tahap selanjutnya adalah pemberkasan, yakni peserta yang lolos diharapkan hadir pada 29 Desember (untuk PNS Pemprov) dengan membawa sejumlah syarat antara lain surat keterangan kesehatan dari dokter pemerintah.

“Kita menargetkan Desember ini proses pemberkasan di semua kabupaten/kota selesai. Untuk PNS Pemkot Semarang akan mulai 22 Desember. Sedangkan Pemprov 29 Desember. Setelah proses tersebut selesai, data diserahkan ke BKN untuk ditetapkan Nomor Induk Pegawai-nya,” jelasnya.

Dari pengumuman peserta yang lolos ini, hal yang mungkin dapat menggugurkan adalah jika berkas seperti ijazah terbukti palsu, soal kesehatan, atau jika yang bersangkutan memang mengundurkan diri.(JN01)

(grafis)

Penerimaan PNS Pemprov Jateng

Guru
Yang Mengikuti TKD : 565
Lulus Passing Grade : 308
Diterima  : 4

Kesehatan
Yang Mengikuti TKD : 1.149
Lulus Passing Grade : 485
Diterima  : 73

Tenaga Teknis
Yang Mengikuti TKD : 1.379
Lulus Passing Grade : 817
Diterima  : 73

Total yang mengikuti TKD : 3.090
Formasi : 166
Diterima : 150
Formasi masih kosong : 16

Penerimaan PNS 29 Kabupaten/Kota

Yang Mengikuti TKD : 80.591
Formasi : 1.739

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here