ilustrasi kabupaten kendal

ilustrasi kabupaten kendal
ilustrasi kabupaten kendal

Kendal, Jowonews.com – Sebanyak 56 desa dan kelurahan di Kendal rawan longsor pada musim hujan tahun ini. 56 desa dan kelurahan tersebut berada di 16 kecamatan, sebagian besar di kecamatan daerah atas. Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai upaya antisipasi.
“Jika terjadi bencana yang tidak diinginkan supaya bisa langsung ditangani,” ujar Kasi Kasi Kesiapsiagaan bencana BPBD Kabupaten Kendal, Slamet.
Menurut Slamet, desa dan kelurahann yang rawan longsor di Kecamatan Kendal (Kelurahan Candiroto), Kecamatan Brangsong (Desa Kertomulyo), Kecamatan Ngampel (Desa Rejosari, Ngampel Wetan, Banyuurip, Jatirejo, Winong), Kecamatan Patebon (Desa Purwosari, Kumpulrejo), Kecamatan Kangkung (Desa Laban), Kecamatan Weleri (Desa Weleri, Nawangsari, Bumiayu, Sumberagung, Sidomukti), Kecamatan Gemuh (Desa Gemuh Branten, Sojomerto, Triharjo), Kecamatan Ringinarum (Desa Rowobranten, Kedungasri, Kedunggading).
Selain itu, Kecamatan Kaliwungu Selatan (Desa Kedungsuren, Jeruk Giling, Darupono, Protomulyo), Kecamatan Singorojo (Desa Singorojo, Kaliputih, Sukodadi, Kertosari, Getas, Cening, Banyuringin), Kecamatan Boja (Desa Pasigitan, Banjarejo, Medono), Kecamatan Limbangan (Desa Kedung Boto, Peron, Pakis), Kecamatan Patean (Desa Sidokumpul, Sidodadi, Plososari, Kalices, Curugewu).
Bencana tanah longsor juga mengancam tiga kecamatan lain, yakni Kecamatan Plantungan (Desa Mojoagung, Bendosari, Blumah), Kecamatan Pageruyung (Desa pageruyung, Gebangan, Surokonto Wetan, Surokonto Kulon, Pucakwangi, Kebon Genggong), dan Kecamatan Sukorejo (Desa Tamanrejo, Purwosari, Genting Gunung, Harjodowo, Pesaren, Bringinsari, Ngargosari).
“Bencana longsor di Kabupaten Kendal ada dua jenis, yakni longsor yang terjadi di wilayah tebing dan wilayah tanggul. Keduanya memang berisiko tinggi,” ujar Slamet.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Kendal, Paul Robinson Simamora menambahkan, datangnya musim hujan membuat pihaknya melakukan langkah antisipasi terjadinya bencana alam. Salah satunya dengan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang wilayah yang rawan dilanda bencana. PIhaknya sudah menyosialisasikan masalah itu hingga tingkat desa dan kecamatan.
“Intinya warga tidak boleh panik, tapi tetap waspada jika sewaktiu-waktu ada bencana,” ujar Paul (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here