PATI, Jowonews.com –  Jumlah tunggakan pelanggan PT PLN Rayon Pati, terhitung hingga 24 Desember 2014, tercatat sebanyak Rp 1,7 Miliar. Manajer PT PLN Rayon Pati, Suluh mengatakan dari jumlah total pelangan PLN Rayon Pati, sebanyak 184,481 Pelanggan hingga saat ini masih ada sekitar 18.306 pelanggan yang masih menunggak biaya pembayaran tagihan listrik

Penunggak PLN Rayon Pati itu tersebar di 900 Desa di 8 Kecamatan. Masing-masing Kecamatan Gabus, Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Trangkil, Wedarijaksa, Margoyoso , Tayu.

“Dari data yang sudah kita terima hingga hari Rabu 24 Desember 2014 ternyata masih banyak para pelanggan yang masih belum membayar tagihan rekening listriknya. Untuk besaran tunggakan para pelanggan bervariasi mulai dari satu sampai tiga bulan jika kita total semua mencapai Rp1,7 miliar,” kata Suluh, Rabu (24/12).

Suluh juga menambahkan padahal pihaknya sudang sering memberikan tindakan tegas kepada para pelanggan suka menunggak tagihan listriknya. Bahkan pihak PLN tak jarang mecabut meteran dirumah pelanggan karena terhitung sudang dua bulan lebih menunggak tagihan

Dengan kondisi ini pihak PLN berharap agar pelanggan bisa segera melunasi tunggakan rekening listrik. Karena menurut suluh uang hasil tagihan tersebut akan digunakan untuk membayar pengembangan, pembangunan hingga perawatan fasilitas listrik yang digunakan pelanggan.

“Sebenarnya tindakan hingga sanksi tegas sudah kita lakukan terlebih jika pelanggan sudah lebih dari dua bulan menunggak biasanya kita lansung copot meteran listriknya agar tidak bisa digunakan lagi. Namun  kita menghimbau masyarakat sebagai pelanggan PLN untuk membayar tagihan listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya,”katanya.

Jumlah tunggakan tersebut merupakan uang negara yang masih berada di tangan pelanggan. “Uangnya akan digunakan untuk pengembangan dan perawatan listrik,” kata Suluh .

Semenatara saat disinggung soal pelayanan PLN diwilayah Rayon Pati, yang belum maksimal dengan kondisi listrik yang kerap padam hingga berhari-hari, Suluh beralasan bahwa hal itu akan sudah teratasi, setelah Gardu Induk (GI) yang sempat terbakar pada salah satu komponen trafonya  sudah diganti

“Selama ini diwilayah rayon kami memang sering terjadi pemadaman listrik, itu karena Gardu Induk yang berada di Desa Mustokharjo Kecamatan Pati Kota sering kelebihan beban sehingga trafo pada Gardu Induk tidak bisa menampung kelebihan daya yang disebabkan karena banyaknya penggunaan listrik Ilegal oleh Masyarakat,” imbuh Suluh

Untuk menghindari kelebihan beban Pihak PLN  menghimbau kepada masyarakat yang suka mencuri arus lisrtik baik untuk penerangan jalan maupun kebutuhan rumah tangga yang diambil dengan cara mencuri langsung dari pal listrik agar dihentikan. Terutama bagi warga yang suka memakai arus listrik untuk jebakan tikus disawah. Ini terutama diwilayah yang banyak  persawahannya. Seperti di wilayah Pati selatan di Kecamatan Sukolilo dan Kayen. 

“kita sangat mewanti wanti (berpesan-red) agar tidak menggunakan arus  langsung dari pal listrik untuk digunakan jebakan tikus. Karena akibatnya bisa berbahaya. Sudah banyak korban nyawa yang harus melayang karena tersengat setrum tikus di sawah ,” tandasnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here