Ilustrasi Gizi Buruk
Ilustrasi Gizi Buruk
Ilustrasi Gizi Buruk
Ilustrasi Gizi Buruk

SEMARANG, Jowonews.com — Jumlah kasus gizi buruk di Jawa Tengah (Jateng)  masih cukup tinggi. Tahun 2014 saja, setidaknya kasus gizi buruk mencapai angka 1.733 kasus. Jelas ini adalah  jumlah yang cukup besar dan kasusnya menyebar hampir di seluruh daerah di Jateng.

Kasus gizi buruk paling tinggi ada di Kabupaten Cilacap, yakni dengan 337 kasus. Kemudian Kabupaten Banyumas 323 kasus, Kabupaten Purworejo 111 kasus, Demak sebanyak 102 kasus serta Kabupaten Rembang dengan jumlah 92 kasus.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Djoko Mardijanto mengatakan, untuk balita yang mengalami gizi buruk biasanya disertai dengan sejumlah penyakit. Mulai dari infeksi TBC, Paru dan sejumlah penyakit lain.

Ketika tidak ditangani secepatnya, akan berpotensi gizi buruk. “Hampir semua kasus gizi buruk itu pasti ada penyakit penyertaan. Selain itu, juga karena kelainan konginital,” katanya.

Djoko menambahkan, banyak sekali penyebab balita mengalami kekurangan gizi. Rata-rata penyebabnya karena ada infeksi serta berbagai penyakit dalam diri balita. Kondisi seperti ini bisa diketahui dengan semakin menurunya nafsu makan balita dalam jangka panjang.

“Kalau sudah terkena infeksi, makanan yang dimasukanpun tidak bisa terserap dengan bagus. Makanya akan terjadi gizi buruk,” imbuhnya.

Sejauh ini Dinkes Jateng tidak tinggal diam menyikapi berbagai kasus tersebut. Sosialisasi terus digalakan, sampai ke tinggat pedesaan. Diantaranya dengan dilakukan penimbangan rutin yang dilakuakn di posyandu.

Orangtua juga harus sadar pentingnya kesehatan bagi anak-anaknya. Meski begitu, masih tetap ada kasus gizi buruk yang selalu menghantui masyarakat Jateng.

“Salah satu bisa dilakuakn denga mendeteksi balita sejak dini. Lakukan pemeriksaan rutin agar bisa mengetahui kondisi anak,” tambahnya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here