SUKOHARJO, Jowonews.com – Keluarga Dody Kuncoro alias DK (31) terduga teroris ditangkap Densus 88 anti teror, Rabu (24/12) siang kemarin mendatangi Polres Sukoharjo.

Dengan didampingi Laskar Umat Islam Solo (LUIS) mereka mempertanyakan keberadaan anggota keluarga mereka yang diduga ditangkap anggota Densus 88. Sekaligus melaporkan berita kehilangan atas nama Dody Kuncoro.

Endro Sudarsono, Humas LUIS yang mendampingi keluarga Dody menjelaskan kedatangan mereka menindaklanjuti laporan mereka semalam, atau beberapa jam setelah Dody ditangkap Densus 88.

“Tadi malam kami sudah datang ke Polres untuk melaporkan anggota keluarganya yang hilang dan meminta surat kehilangan anggota keluarga, namun tidak dikasihkan, diarahkan untuk datang lagi ke sini menemui pimpinan, ya kita datang,” kata Endro, Rabu (24/12).

Pihak keluarga DK juga mempertanyakan prosedur hukum penangkapan yang dinilai kasar dan arogan. Pasalnya, menurut keterangan tiga orang saksi, usai melakukan Shalat Ashar, Dody ditangkap dan dipukul kepalanya bagian belakang oleh anggota tim densus.

“Kedatangan keluarga ke Polres, juga untuk memastikan status Dody saat ini. Polisi harus menjelaskan status Dody, agar keluarga dan masyarakat tahu.”imbuh Endro.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo Iptu Fran Dalanta Kembaren usai menemui keluarga Dody Kuncoro mengatakan, pihaknya menerima aduan tersebut dan akan melaporkan kepada Kapolres. Dirinya menegaskan, tugas anggota Polres saat penangkapan dan penggeledahan hanya sebatas membantu dan mendukung.

“Semua kegiatan penangkapan dan penggeledahan dari temen-temen densus dan langsung ke Jakarta, jadi kita sifatnya hanya membantu” tegas Fran.

Diketahui, Dody diamankan 8 orang anggota Densus 88, pada Selasa (23/12) kemarin usai sholat Ashar. Dody diduga merupakan salah satu ahli perakit bom anggota jaringan Badri yang ditangkap di Poso tahun 2012 silam.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here