Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang saat melakukan sidak di Pasar Bulu.
Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang saat melakukan sidak di Pasar Bulu.

SEMARANG, Jowonews.com – Sesuai rencana, kemarin (23/12) para pedagang Pasar Bulu menggelar acara tasyakuran sebelum menempati bangunan baru. Proses tasyakuran diikuti oleh ratusan pedagang. Diawali denganpemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan dilanjutkan pengajian.

Meski setelah tasyakuran sebenarnya pedagang diharapkan segera pindah dari pasar penampungan ke bangunan baru Pasar Bulu, namun hal itu tidak dilakukan. Tidak ada satu pun pedagang yang sudah membawa barang dagangannya ke dalam pasar. Sehingga wali kota meminta mereka dapat segera melakukan aktifitas berjualan setidaknya maksimal pada akhir bulan Desember ini.

 

‘’Hari ini para pedagang menggelar pengajian, mensyukuri proses perpindahan ke bangunan baru, meski belum memulai berjualan. Tapi saya lihat mereka sudah mulai menata tempat, saya perkirakan butuh waktu satu minggu untuk berbenah dan di akhir tahun ini, tepatnya sekitar tanggal 29-30 Desember, mereka sudah melakukan aktivitas berjualan,’’ kata wali kota.

 

Wali kota mengatakan mengapresiasi pedagang yang bisa menerima hasil pembangunan ini dengan baik. Beberapa program pembangunan pasar ini sejatinya memang untuk para pedagang maupun rakyat. Pihaknya meminta pedagang bisa merawat bangunan pasar, utamanya terkait kebersihannya.

 

Dalam kegiatan kemarin, wali kota yang akrab disapa Hendi ini, juga meminta pedagang mengusulkan fasilitas yang memang dirasa masih kurang. Seketika itu juga sejumlah pedagang pun melontarkan harapannya, seperti keberadaan mushola yang belum ada, kemudian tangga yang perlu ditambah serta besi pengait daging.

 

‘’Saya minta pedagang untuk mengusulkan apa saja yang masih kurang, dan yang masuk ke kita adalah mushola, besi pengait untuk pedagang daging, serta tangga yang perlu dibenahi dan ditambah. Kita akan sempurnakan kekurangan itu dengan anggaran 2015,’’ janji wali kota.

 

Wali kota berharap dengan keberadaan bangunan baru Pasar Bulu ini juga dapat mendongkrak kunjungan wisatawan di Kota Semarang. Mengingat keberadaan Pasar Bulu sangat strategis, dikelilingi bangunan heritage, seperti Lawangsewu, museum Mandala Bhakti, Wisma Perdamaian dan Tugu Muda. Serta dekat dengan kawasan Banjir Kanal Barat yang juga merupakan destinasi wisata baru.

 

‘’Saya rasa ini menjadi salah satu ikon dan  wisata belanja untuk orang-orang di luar Kota Semarang. Mengingat letaknya yang strategis,’’ tandasnya.

 

Sementara itu, para pedagang pun antusias agar bisa segera menempati bangunan baru. ‘’Kami berterimakasih kepada Pemkot Semarang yang telah membangunkan pasar bulu menjadi lebih bagus dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Semoga dengan kondisi pasar yang lebih baik ini, pemebelinya juga banyak,’’ ujar Siti Arya, salah seorang pedagang.

 

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto menyatakan, proses pembagian lapak dan kios sudah selesai pada hari Sabtu lalu. Dalam beberapa hari ini pedagang sudah mulai mengemas dagangannya dari tempat relokasi sementara ke dalam bangunan baru.

‘’Paling tidak tanggal 30 Desember pedagang sudah bisa beraktivitas. Karena di tanggal itu sekaligus peresmian yang dilakukan oleh Menko (Perekonomian),’’ tandasnya. (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here