Kudus, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meminta penerima pinjaman dana lewat program Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) segera melunasi tunggakan karena toleransi yang diberikan sudah terlalu lama.

Sejak program LUEP 2012 digulirkan dengan anggaran dana sebesar Rp2,5 miliar, ternyata hingga sekarang masih menyisakan permasalahan karena masih ada tujun penerima pinjaman yang menunggak. Besarnya tunggakan dari ketujuh penerima pinjaman tersebut mencapai Rp791 juta dengan nilai tunggakan tertinggi sebesar Rp245 juta dan terendah sebesar Rp35 juta.

“Kami minta mereka segera melunasi karena uang tersebut merupakan uang rakyat, hasil keringat rakyat,” kata Bupati Kudus Musthofa pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan di lantai IV Gedung Setda Kudus, Rabu.

Bupati Kudus yang menjabat dua periode tersebut juga tidak rela dengan adanya tunggakan dana pinjaman lewat program LUEP tersebut. Dia juga menduga, orang yang menerima kucuran dana LUEP tersebut sama dengan tahun sebelumnya. “Padahal mereka tergolong petani yang mapan,” ujarnya.

Efektivitas program LUEP dinilai kurang karena selama ini harga jual beras di pasaran tidak pernah stabil, meskipun sudah digelontorkan dana mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan data dari Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus hingga kini memang masih ada tujuh penunggak dana pinjaman lewat program LUEP pada tahun 2012. Peserta LUEP tahun 2012 tercatat sebanyak 19 penerima pinjaman yang seharusnya mengembalikan maksimal Desember 2012.

Jumlah dana LUEP yang dibayarkan oleh para peserta LUEP hingga 1 Desember 2014 mencapai Rp1,83 miliar dari total dana LUEP tahun 2012 sebesar Rp2,5 miliar. Sementara denda yang harus dibayarkan oleh para penunggak sebesar Rp118,75 juta.

Dari puluhan peserta LUEP, tercatat hanya UD Sri Rejeki asal Desa Mejobo yang mengembalikan tepat waktu dengan jumlah pinjaman sebesar Rp125 juta. Adapun ketujuh peserta LUEP yang menunggak tersebut, yakni dari Desa Kutuk, Undaan Tengah, Ngemplak, Kedungdowo, Kirig, dan Temulus.(JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here