Musibah Longsor di Banjarnegara. (Foto : JN03)
Musibah Longsor di Banjarnegara. (Foto : JN03)

SEMARANG, Jowonews – Hingga hari ketujuh dibuka posko bantuan untuk musibah longsor Banjarnegara, di posko Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah terkumpul dana Rp 176.927.000.

“Alhamdulillah hingga kemarin bantuan dari umat masih terus mengalir. Tidak hanya dari umat muslim tetapi juga dari nonmuslim dan saudara-saudara tionghoa,’’ kata  Koordinator Posko Peduli Banjarnegara Ali Mufiz, kemarin.

Mantan Gubernur Jateng itu menjelaskan, semula ide gagasan membantu korban musibah longsor di Karangkobar Banjarnegara datang dari pengurus Masjid Agung Kauman Semarang (MAS), Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang.

Dari tiga masjid itu terkumpul dana Rp 75 juta. Kemudian dari pimpinan PT Sango Ceramics Indonesia dan Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa Jateng masing-masing Rp 25 juta.

Dari BNI Cabang Undip, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia, Masjid Daarul Muttaqin Tlogosari, Lembaga Amil Zakat Masjid Agung Jawa Tengah (Lazisma), SMP Negeri 26, dari H Imam Syafii, Hj Gatytsari Chodidjah dan beberapa masjid lainnya hingga semua terkumpul Rp 176.927.000.

Ali Mufiz menjelaskan, posko peduli bencana akan terus dibuka sampai tiga bulan ke depan. Alamat posko di MAJT Jl Gajahraya Semarang.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berangkat ke Karangkobar Banjarnegara untuk menyerahkan sebagian bantuan berupa uang tunai, paket selimut, sarung, pakaian, pembalut wanita, peralatan mandi dan lain-lain.

“Sebelumnya kami akan bekerjasama dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng Drs H Ahmadi MAg dan Pangdam IV/Diponegoro,” katanya.

Pihak MAJT juga sedang menyiapkan relawan untuk dilatih trauma healing dari para ahli ilmu jiwa untuk diterjunkan ke daerah bencana. Bantuan dari umat tersebut katanya, tidak akan diserahkan semuanya tetapi akan dikeluarkan sesuai kebutuhan.
Bahkan para pengurus masjid di Kota Semarang sepakat membentuk “Gerakan Khadimul Ummah” yang artinya gerakan melayani umat dalam menghadapi berbagai bencana dan musibah.

“Jadi gerakan ini didesain tidak hanya menghadapi musibah Banjarnegara saja, tetapi bisa jadi membantu umat ketika menghadapi musibah lain,” kata Ali Mufiz.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here