Aleg PKS Abdul Kharis saat mengunjungi budidaya ikan di Boyolali. (JN03)
Aleg PKS Abdul Kharis saat mengunjungi budidaya ikan di Boyolali. (JN03)
Aleg PKS Abdul Kharis saat mengunjungi budidaya ikan di Boyolali. (JN03)
Aleg PKS Abdul Kharis saat mengunjungi budidaya ikan di Boyolali. (JN03)

Boyolali, Jowonews.com – Anggota Komisi XI DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memanfaatkan masa resesnya untuk mengunjungi sentra perikanan di Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/12/2014). Dalam kunjungannya kali ini, Kharis disambut langsung oleh Camat Banyudono, Rita Puspita Sari dan Lurah Cangkringan.

Kharis mengatakan perikanan menggunakan pakan alami ini layak disebut sebagai upaya pengembangan ekonomi kerakyatan. “Model usaha seperti inilah sebenarnya yang lebih memiliki warna kerakyatan. Selain mandiri, petani juga akan menjadi produsen sejati karena seluruh komponen usahanya mampu diproduksi sendiri. Dengan kata lain, selain memelihara ikan petani juga memiliki pabrik pakan,” ujar pria yang juga aleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Lebih lanjut, Kharis mengatakan model budidaya ikan dan pakan seperti ini perlu dikembangkan di seluruh Indonesia karena bisa memajukan perekonomian Indonesia dan menekan impor pakan ikan.

“Budidaya ikan seperti ini harus dikembangkan ke seluruh kawaasan Indonesia karena bisa menekan impor pelet. Pembubidayaan ikan nila yang dibarengi dengan budidaya pakan alami akan memnbuat petani memiliki kemandirian dalam berusaha. Petani tidak lagi memiliki ketergantungan dengan pemasok pakan buatan,” paparnya.

Sementara, Camat setempat Rita mengatakan bahwa  perikanan di desa Cangkringan Banyudono ini tidak mengeluarkan biaya untuk pakan karena memakai pakan alami. “Perlu diketahui, budidaya ikan nila ini 100 persen menggunakan pakan alami seperti tanaman lumut dan ganggang. Para petani disini selain membudidayakan ikan, mereka juga membudidayakan pakan alami. Jadi tidak membutuhkan lagi biaya untuk membeli pakan seperti pelet,” ungkap Rita.

Rita menambahkan dengan menggunakan pakan alami, selain menghemat biaya pakan, kualitas ikan yang dipanen juga jauh lebih baik dibanding ikan menggunakan pakan buatan pabrik.

“Selain dari segi biaya pakan lebih murah, kualitas ikan nilanya pun lebih bagus dibanding dengan ikan yang diberi pakan pelet. Semisal, jika ikan nila yang diberi makan pelet dijual dengan harga Rp 20ribu perkilo, ikan dengan pakan alami bisa dijual dengan harga mencapai Rp 40ribu perkilo,” pungkasnya. (JN03)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here