DPC PAMMI saat menggelar acara, Kamis (foto : JN09)
DPC PAMMI saat menggelar acara, Kamis (foto : JN09)
DPC PAMMI saat menggelar acara, Kamis (foto : JN09)
DPC PAMMI saat menggelar acara, Kamis (foto : JN09)

Kendal, Jowonews.com – Pengurus DPC Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut (PAMMI) Kendal bertekad menghilangkan goyang erotis penyanyi dangdut. PAMMI siap mencekal penyanyi yang masih menggunakan goyangan erotis dan menjurus ke pornoaksi.

“Bergoyang sih boleh asal tidak erotis apalagi pornoaksi,” ujar Ketua DPC PAMMI Kendal Bambang Dwiyono disela-sela pelantikan koordinator wilayah PAMMI periode 2014-2019 di Weleri, Kamis (25/12/2014). Koordinator yang dilantik meliputi eks kawedanan Kendal, Kaliwungu, Boja, Sukorejo, dan Weleri.

Bambang yang juga menjabat sekda Kendal ini mengaku musik dangdut tanpa goyang kurang gayeng. Namun goyang yang ada di musik dangdut tidak boleh berlebihan sampai menjurus erotis dan pornoaksi. Bahkan pihaknya juga akan menertibkan kostum yang dikenakan penyanyi agar tidak terkesan minim.

Menurut Bambang saat ini ada sekitar 30 grup dangdut yang ada di Kendal. Sebagian grup dangdut sudah banyak yang sering tampil di luar daerah. Dia menyebut OM Danesta dan Sansekerta sudah sering tampil di luar daerah terutama di Jepara.

“Salah satu penyanyi asal Kendal Novi KDI kini juga sudah menjadi pengurus PAMMI Pusat,” ujar Bambang.

Ketua Panitia Muhamad Fatoni mengungkapkan koordinator wilayah yang dilantik bertugas membantu kinerja DPC PAMMI. Dia mengaku semua wilayah eks kawedanan sudah memiliki kepengurusan.

Buka Bantuan Longsor Banjarnegara

DPC PAMMI Kendal tadi pagi membuka kotak peduli untuk korban tanah longsor di Banjarnegara. Kotak peduli yang diedarkan disela-sela pelantikan pengurus korwil berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,5 juta. Uang tersebut berasal dari bantuan spontan para penyanyi dangdut dan pengurus. Selanjutnya dana itu akan disumbangkan kepada korban bencana di Banjarnegara.

“Kita nggak lihat besar kecilnya sumbangan tapi kepedulian yang ditunjukkan warga PAMMI,” ujar Ketua DPC PAMMI Kendal Bambang Dwiyono.

Bambang yang menjabat sekda Kendal ini mengaku pihaknya sengaja mengajak para insan musik Melayu ini untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami warga Banjarnegara. Dia berharap anggota PAMMI memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib sesama yang sedang terkena musibah.

Menurut Bambang saat ini grup musik yang bergabung ke PAMMI ada sekitar 30 buah. Ke depan pihaknya akan mendata ulang jumlah penyanyi agar antarpenyanyi tidak ada persaingan yang tidak sehat. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here