Dirut WSI Kendal Tutup Usia
Dirut WSI Kendal Tutup Usia

Kendal, Jowonews.com – Kabar duka menimpa PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) Dukuh Klampok, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari. Dirut WSI H Denny Charso, 60, menghembuskan napas terakhir di RSI Weleri, Ahad (28/12/2014) sekitar pukul 07.00 WIB. Bos pengelola objek wisata lumba-lumba ini diduga mengalami komplikasi sebelum menghembuskan napas terakhir.

Diduga almarhum kecapekan karena hendak mempersiapkan acara menyambut di objek wisata yang dikelolanya sehigga gula darahnya naik. Setelah disemayamkan di rumah duka Weleri, jenazah almarhum dibawa ke kampung halamannya di Ciamis, Jabar, untuk dikebumikan.

Kepergian Babe-sapaan akrabnya- tentu mengagetkan semua pihak terutama para karyawannya. Puluhan karyawannya langsung menjenguk di kamar mayat RSI. Rais Syuriyah NU Kecamatan Rowosari Kiai Ahmad Said bersama pengurus juga ikut melayat di kamar jenazah RSI.

Babe- sapaan akrabnya- merupakan sosok pekerja keras yang mampu menyulap kawasan kumuh Dukuh Klampok, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari menjadi “ancolnya” Kendal. Sejak babat alas pada 1989-1999, Babe yang alumni Ancol, hanya ditemani sekitar 5 orang. Namun berkat kerja kerasnya, WSI kini memiliki sekitar 200 karyawan. Yang patut diacungi jempol, sebagian besar warga setempat. Bahkan pelatih lumba-lumba yang selama ini dari luar, warga lokal dilatih juga.

Anak almarhum Nova mengaku terpukul dengan kepergian mendadaknya ayahnya. Nova mengaku sudah minta ayahnya istirahat dahulu di rumah sakit atau di rumah. Namun setelah agak sehat, almarhum nekat masuk ke kantor karena ingin menyiapkan acara menyambut tahun baru.

“Ya mungkin kecapekan, kondisi tubuhnya drop sebelum menghembuskan napas terakhir,” ujar Nova di samping jenazah ayahnya.

Nova mengaku ayahnya memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. Sehingga kalau kambuh, mukanya bengkak.

Salah satu pengelola WSI Sulaimi mengaku sangat kehilangan almarhum. Di mata karyawan, almarhum merupakan sosok pekerja keras yang menjadi panutan karyawan. Almarhum dinilai sangat berjasa mengembangkan penangkaran lumba-lumba hingga dikenal di manca negara. Sebagian besar karyawannya merupakan warga asli pribumi. Dia mengaku sudah ikut Babe sejak kali pertama membuka pusat penangkaran lumba-lumba sekitar 1989.

Selamat jalan Babe, semoga amal baikmu diterima disisi Allah Swt. Amin.(JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here