Pedagang Pasar Klewer menyelematakan barang dagangan. (Foto : JN01)
Pedagang Pasar Klewer menyelematakan barang dagangan. (Foto : JN01)
Pedagang Pasar Klewer menyelematakan barang dagangan. (Foto : JN01)
Pedagang Pasar Klewer menyelematakan barang dagangan. (Foto : JN01)

Solo, Jowonews.com – Pasar Klewer Solo, terbakar, Sabtu (27/12), malam. Kebakaran di sentra penjualan batik berbesar di Indonesia tersebut membuat panik warga sekitar. Belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Penyebab kebakaran hebat ini masih dalam pengusutan petugas.

Informasi diperoleh Jowonews, api kali pertama muncul di lantai dua blok barat daya sekitar pukul 20.00 WIB. Api yang membumbung tinggi ke udara, membuat panik warga sekitar. Pasar yang biasanya tutup pada pukul 17.00 WIB.

Para pedagang batik yang mengetahui kabar kebakaran tersebut berdatangan untuk melihatnya. Namun setelah mengetahui api membara membakar bangunan Pasar Klewer, mereka histeris. Bahkan, ada yang jatuh pingsan. Ada ratusan pedagang yang berupaya menyelamatkan dagangannya dibawa menuju Jalan Radjiman.

Warga yang mendengar kabar itu pun berbondong-bondong untuk melihatnya. Di Pasar Klewer, setiap harinya ada sekitar 2.000 pedagang yang berjualan batik.

Saksi mata, pengurus Masjid Agung Solo, Hari Purwanto mengaku mencium bau asap dan melihat asap tebal usai menjalankan Salat Isak. Ia kemudian menelepon pemadam kebakaran. “Saya begitu mengetahui terus menelepon pemadam kebakaran,” kata di lokasi kejadian, semalam.

Ia menduga api berasal dari salah satu toko batik di lantai dua bagian tengah, tepatnya di belakang Bank CIMB Niaga Klewer.  Dalam sekeja[ kebakaran meluas meluluh lantahkan di pasar tekstil terbesar di Jateng.

 Salah satu pedagang, Atik menjelaskan kios yang di tempati berjualan beraneka batik, jarik dan aneka barang-barang batik halus. Ia tidak mengetahui jika Pasar Klewer kebakaran karena sedang menghadiri acara walimahan di gedung, belum selesai langsung menuju lokasi, sebelumnya tidak percaya. “Saya kira anak saya bercanda, mbak ternyata benar, saya kecewa banget mbak,” tuturnya.

 Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo begitu memperoleh kabar langsung menuju Pasar Klewer. Menurutnya, kejadian ini membuat ribuan pedagang pasar tidak bisa berdagang hingga waktu belum bisa ditentukan. “Pendapatan asli daerah untuk pasar maupun perputaran mencapai miliaran rupiah sehingga terancam berhenti,” kata Rudy di lokasi kebakaran.

Untuk itu, Pemkot Solo terus berpikir keras atas kelanjutan perdagangan di pasar ini serta terpenting mencari solusi bagi pedagang tetap berjualan. Dia mengatakan pasar ini telah terkenal di kancah dunia atas penghasil batik sehingga menjadi perhatian khusus.

Pemadam saat ini menyusuri pintu tersebut untuk memadamkan api sebelum merembet kios lain. Ribuan dagangan kain yang terselamatkan berada di depan Masjid Agung serta gapura sisi tmur pasar dengan penjagaan para penjual.

Di sisi lain jajaran Polresta Solo terus menyisir perilaku warga untuk meminimalisasi penjarahan. Sejumlah petugas sedikit kesulitan mengindentifikasi pemilik barang yang selamat di lokasi tersebut. Tim SAR membantu pemadam dan TNI beserta Kepolisian melakukan pengamanan.

Akibat kebakaran itu, atas pasar roboh ke bawah. Hingga berita ini diturunkan, pemadam masih berupaya memadamkan kobaran api. Penyebab kebakaran tersebut, masih dalam pengusutan petugas. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here