Ahli Waris. Pemkab Kudus Beri Santunan Kematian. (Foto : JN04)
Ahli Waris. Pemkab Kudus Beri Santunan Kematian. (Foto : JN04)
Ahli Waris. Pemkab Kudus Beri Santunan Kematian. (Foto : JN04)
Ahli Waris. Pemkab Kudus Beri Santunan Kematian. (Foto : JN04)

Kudus, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyerahkan santunan kematian terhadap 830 orang ahli waris, Senin (29/12). Pada hari yang sama juga Pemkab Kudus juga menyerahkan bantuan dana relokasi kepada 59 Kepala Keluarga korban tanah longsor di Desa Menawan Kecamatan Gebog.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati H.Musthofa dengan didampingi Wakil Bupati Abdul hamid, Sekda Noor Yasin, para Asisten, serta Kepala Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi di Pendopo Kabupaten.

Kepala Dinas Sosial Tenagakerja dan Trasmigrasi, Lutful Hakim mengungkapkan sebanyak 830 ahli waris yang menerima santunan, sekitar 812 orang di antaranya meninggal karena sakit mendapat santunan Rp1 juta dan meninggal dunia karena kecelakaan terdapat 18 orang mendapat santunan sebesar Rp2,5 juta.  Total keseluruhan uang kematian yang telah diserahkan sebesar Rp857 juta.

Dikatakan Lutful, ratusan ahli waris yang menerima santunan kematianini untuk periode bulan Desember 2013 hingga April 2014. Sementara untuk periode Mei hingga Desember 2014 masih dalam proses anggaran.

Pada periode tersebut yang hingga kini sudah ada 2000 lebih ahi waris dipstikan tetap akan menerimanya. Sedangkan untuk bantuan dana relokasi korban bencana tanah longsor Desa Menawan anggaran yang diserahkan sebesar 590 juta rupiah. Dengan rincian tiap Kepala Keluarga menerima 10 juta rupiah. “Jadi jumlah keseluruhan dana kematian dan korban relokasi yang telah tersalurkan sebesar 1 milyar 447 juta rupiah,” katanya.

Sementara Bupati Kudus H.Musthofa usai penyerahan bantuan berpesan kepada para ahli waris untuk selalu tabah menerima musibah. Musthofa juga meminta maaf atas keterlambatan pencairan santunan karena semua anggaran di pemkab Kudus melalui proses bersama Legislatif.

“Kendati demikian,  program santunan kematian ini dipastikan terus dianggarkan oleh pemkab selama kepemimpinan kami dari awal menjabat hingga di periode kedua yang akan berakhir pada tahun 2018,” papar Musthofa.

Selain santunan kematian, program lainnya yang berpihak pada kepentingan rakyat saya pastikan terus berjalan. Seperti pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu, pengobatan gratis dan bedah bedah rumah.

“Bahkan khitanan bagi anak yatim dan warga kurang mampu terus berjalan dan khusus untuk program khitan saya biayai dengan dana pribadi dan tidak dianggarkan di APBD,” jelas Musthofa, yang disambut tepuk tangan oleh ratusan orang  memadati pendopo.

“Saya hanya meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar pemerintahan berjalan lancar sehingga semua program dapat terealisasi sesuai yang direncanakan,” pungkasnya. (JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here