Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)

DEMAK, Jowonews.com — Sempat diributkan karena bisa mengakibatkan diare, akhirnya beras raskin yang diterima warga Desa Morodemak Kecamatan Bonang Demak urung dikembalikan.

Menurut koordinator raskin kabupaten Demak Yahya, hal ini disebabkan warga bisa menjual kembali beras raskin yang sudah mereka beli. Pasalnya sebelumnya terdengar kabar bahwa siapa saja yang memperjual belikan beras raskin akan ditangkap polisi. Hal inilah yang menyebabkan warga ketakutan dan berniat mengembalikan raskin tersebut.

“Ada kabar di lapangan bahwa warga yang menjual beras raskin akan ditangkap polisi. Hal inilah yang membuat warga menjadi ketakutan dan berniat mengembalikan beras raskin yang sudah mereka beli,” jelas Yahya, Rabu (31/12).

Sebelumnya warga di Morodemak yang sudah menerima beras raskin memang menjualnya kembali, untuk selanjutnya membeli beras yang lebih bagus lagi, dengan hanya menambahkan sedikit uang.

Namun gara-gara berhembus isu penangkapan tersebut, warga menjadi ketakutan untuk menjualnya lagi dan akhirnya terjadi aksi ke gudang Bulog di Katonsari Demak Kota, Selasa (30/12).

Saat itu warga memprotes buruknya beras raskin yang mereka beli karena bau, berkutu, dan berwarna kotor. Oleh Kepala Bulog yakni Sri Hartati beras warga ini akan ditukar oleh Bulog dengan beras baru yang sesuai dengan keinginan warga, dengan terlebih dahulu akan melakukan pendataan.

Akan tetapi setelah diselidiki di lapangan, ternyata kenekatan warga datang ke Bulog gara-gara beras raskin mereka terancam tidak bisa dijual kembali. “Jika sudah sampai ke tangan warga, tentunya itu sudah menjadi hak warga, apakah akan dimakan atau dijual lagi,” pungkas Yahya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here