Jalur Jolotundo
Jalur Jolotundo
Jalur Jolotundo
Jalur Jolotundo

SEMARANG, Jowonews.com – Seandainya Kamis sore (1/1/2015) tidak ada para kiai dan ulama yang turun di Jalan Jolotundo, mungkin jalan padat yang menghubungkan Jalan Kartini dan Jalan Gajahraya sudah ditutup portal bahkan dicor permanen oleh puluhan remaja Masjid Agung Semarang (Kharisma) dan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Padahal, jalan yang baru dibuka seminggu lalu itu tergolong sangat padat.
 
Untungnya Drs H Ali Mufiz MPA, mantan Gubernur Jateng yang juga Ketua BP MAJT turun tangan. Bahkan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail dan KH Azim Wasyik juga datang ke Jolotundo untuk menenangkan para remaja masjid yang marah itu.
 
‘’Gunakan cara-cara yang aslah (baik,red), yang tidak mengganggu apalagi merugikan semua pihak,’’ kata Ali Mufiz.
 
‘’Kami tidak terima umat Islam didzolimi oleh pihak pimpro pengadaan tanah Jolotundo. Ini tanah wakaf bondho Masjid Agung Semarang,’’ tegas Abdul Wahid dengan nada tinggi.
 
Mereka ada yang membawa sekop, cethok bangunan, cangkul, linggis dan peralatan tukang batu lainnya. Mereka juga sudah membawa bahan-bahan material berupa semen, pasir, batu bata merah, besi kolom dan lain-lain.
 
‘’Mohon maaf para kiai, ulama dan panutan kami. Kami akan buat pagar tembok permanen di jalan Jolotundo sampai Pemkot membayar ganti rugi tanah wakaf ini,’’ tegas Wahid.
 
Kiai Darodji dan Kiai Hanief Ismail memahami kemarahan para remaja masjid yang merasa didzolimi oleh pihak proyek pengadaan tanah Jolotundo. ‘’Mungkin kalau saya masih muda juga bisa marah seperti mereka,’’ kata Kiai Hanief.
 
Ali Mufiz meminta waktu satu minggu untuk menyelesaikan kasus itu. Dia akan berkomunikasi dengan Wali Kota Semarang, Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng Drs H Ahmadi MAg dan semua pihak terkait agar jangan ada pihak yang didzolimi, disakiti dan dirugikan.
 
‘’Memang kalau sampai ganti rugi tanah wakaf bandha masjid Agung Semarang tidak dibayarkan, kami takut adzab Allah akan turun kepada para pelaksana proyek ini. Jangan main-main ini tanah milik Allah karena tanah wakaf,’’ tegas Kiai Azim Wasyik.
 
Mereka menyesalkan sikap-sikap pihak proyek yang tidak memikirkan masjid.
Menurut rencana pertemuan Ketua MAS, Ketua BPMAJT, Wali Kota Semarang, Kepala Kemenag, Kepala BPN, MUI dan lain-lain akan dilaksanakan Sabtu pagi di Masjid Agung Jawa Tengah.  
 
Pembangunan jalan tembus Kartini-Gajahraya, akan dibuat sepanjang 750 meter dan lebar 20 meter. Total ada 94 bidang tanah dengan kepemilikan 103 orang yang harus dibebaskan.
 
Lahan tersebut berada di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, tepat di Selatan MAJT. Jalur Jolotundo yang pembangunannya sudah direncanakan sejak 2009 ini, diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Majapahit dan sekitarnya. 
 
Total anggaran pembangunan Jalan Jolotundo sendiri mencapai Rp 25 miliar. Anggaran berasal dari APBD 2014 sebesar 14 miliar, dan sisanya dianggarkan di di APBD 2015. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here