Pengunjung padati obyek wisata di Kendal. (Foto : JN09)
Pengunjung padati obyek wisata di Kendal. (Foto : JN09)
Pengunjung padati obyek wisata di Kendal. (Foto : JN09)
Pengunjung padati obyek wisata di Kendal. (Foto : JN09)

SEMARANG, Jowonews.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah (Dinbudpar Jateng) menargetkan kenaikan  kunjungan wisatawan di tahun 2015. Tak hanya meningkatkan target kunjungan, Dinbudpar menginginkan agar infrastruktur di objek wisata diperbaiki, meski pun pada hal yang sepele.

Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo memaparkan, wisatawan nusantara pada 2014 mengalami penurunan. Dari 29.430.609 orang pada 2013, menjadi 27.827.107 wisatawan.

Penurunan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya lantaran menurunnya event di Jateng. Namun, jumlah wisatawan manca negara justru meningkat menjadi 420.119 tahun ini, dari 388.143 pada 2013.

“Kami ingin di 2015 nanti bisa mencapai 29.218.463 wisatawan nusantara. Sementara. Wisatawan mancanegara diharapkan bisa masuk 395.261 orang,” ungkap Prasetyo dalam laporan akhir tahunnya di Tourist Information Center (TIC) Jalan Pemuda baru-baru ini.

Destinasi wisata, kata Prasetyo, diharapkan memiliki sanitasi yang memadai. Meskipun hal tersebut terlihat sepele, namun wisatawan akan menjadi nyaman saat berkunjung jika sanitasi yang disediakan memadai. Fasilitas umum yang dipandang penting itu bahkan pernah dikompetisikannya dalam ajang lomba toilet bersih.

Tak hanya memandang pada infrastruktur destinasi wisata, Prasetyo mengharapkan pemerintah kabupaten/kota selalu menjadi informan yang komunikatif. Berbagai event di wilayah diharapkan terapdet melalui media sosial yang membuat masyarakat tertarik. Tak dipungkiri, wisatawan kurang tertarik mendatangi TIC lantaran kemudahan teknologi gadget yang bisa mengakses segala informasi lebih mudah.

“Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, kami akan mengoptimalkan destinasi wisata berbasis heritage (wisata budaya). Pengembangan wisatta Karimunjawa juga masuk dalam salah satu rencana utama, selain pengkayaan museum karst, dan pengenalan pada wisata Jateng Park,” terangnya.

Dalam kesempatannya, lanjut Prasetyo, pihaknya turut menawarkan penyampaian informasi kegiatan budaya atau event menarik lainnya. Format penyampaiaan informasi akan dikelola Dinbudpar, dengan membebaskan biaya prnyebaran informasi melalui media yang dimiliki pihaknya.

Laporan akhir tahun Dinbudpar Jateng diikuti oleh media cetak dan elektronik, komunitas blogger, dan pegiat wisata lainnya. “Potensi wisata kita sangat besar. Diharapkan, seperti wisata minat khusus, contohnya snorkeling, bisa dikembangkan dan tak kalah jauh dengan lokasi wisata lainnya,” tutup Prasetyo. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here