Frans Kongi Ketua APINDO Jateng. (Foto : JN12)
Frans Kongi Ketua APINDO Jateng. (Foto : JN12)
Frans Kongi Ketua APINDO Jateng. (Foto : JN12)
Frans Kongi Ketua APINDO Jateng. (Foto : JN12)

Semarang, Jowonews.com – Kebijakan Pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik premium dan solar ditanggapi positif oleh sebagian kalangan pengusaha di Jawa Tengah. Penurunan harga Premium dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 7.600 per liter dan solar dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 7.250 per liter ini disinyalir dapat menumbuhkembangkan potensi usaha dan pendapatan masyarakat di Jawa Tengah.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongi hal tersebut dapat terjadi asalkan pemerintah serius mengalihkan dana subsidi kepada perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

“Apindo dari dulu menghendaki BBM non Subsidi, negara selama ini sudah membuang anggaran sebanyak 300 triliyun rupiah. Padahal uang sebanyak itu bisa dialihkan kepada perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat ” jelas Frans Kongi di Semarang Rabu (31/12).

Jika infrastruktur seperti akses jalan dan transportasi baik maka akan berimplikasi kepada kemudahan akses distribusi perusahaan di Jawa Tengah. Selain itu, Frans juga meminta ketegasan Presiden Jokowi dalam merealisasikan proyek tol laut.

“Pembangunan tol laut ini penting sekali untuk memudahkan akses distribusi barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, atau dari pulau satu kepulau yang lain” kata Frans.

Lebih lanjut Frans menambahkan dengan adanya kemudahan distribusi maka akan menekan biaya pengeluaran sehingga dapat dialihkan kepada kesejahteraan buruh dan karyawan serta perluasan usaha di Jawa Tengah. Hal ini tentunya akan berdampak kepada terbukanya lapangan pekerjaan baru.

“Pendapatan buruh dan karyawan yang semakin baik serta luasnya lapangan pekerjaan juga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Jika daya beli masyarakat meningkat pengusaha juga akan kembali untung” ungkap Frans.

Namun Frans menyayangkan kondisi infrastruktur  di Jateng hingga kini belum sepenuhnya baik. Terutama akses jalan ke sentra – sentra kawasan indsutri ke pelabuhan. “Buruknya infrastruktur di Jateng menghambat daya saing perusahaan-perusahaan yang sudah ada” tutur Frans Kongi.

Ia pun berharap pemerintah benar-benar serius dalam mencanangkan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah.

“Kita berharap pemerintah benar benar serius membangun infrastruktur di Jateng, karena dampak positifnya tidak hanya ke pengusaha. Tapi juga ke buruh, karyawan dan masyarakat pada umumnya” pungkas Frans. (JN12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here