Longsor di banjarnegara. (Foto : Jowonews)
Longsor di banjarnegara. (Foto : Jowonews)
Longsor di banjarnegara. (Foto : Jowonews)
Longsor di banjarnegara. (Foto : Jowonews)

Semarang, Jowonews.com – Kekompakan tiga masjid besar di Semarang, yaitu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Masjid Baiturrahman dan Masjid Besar Kauman untuk mengumpulkan dana bantuan korban bencana di Banjarnegara patut diapresiasi. Hingga Jumat (2/1) kemarin di posko MAJT telah terkumpul dana Rp 198.587.000,00.

“Alhamdulillah hingga kemarin bantuan dari umat masih terus mengalir. Tidak hanya dari umat muslim tetapi juga dari nonmuslim dan saudara-saudara Tionghoa,’’ungkap Mantan Gubernur Jateng, yang juga  Koordinator Posko Peduli Banjarnegara Ali Mufiz, di aula MAJT, Jumat (2/1/2015).

Menurutnya, semula ide gagasan membantu korban musibah longsor di Karangkobar Banjarnegara datang dari pengurus Masjid Agung Kauman Semarang (MAS), Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang. Dari tiga masjid itu sekarang terkumpul dana Rp 198.587.000,00.

Uang Rp 198.587.000,00 itu berasal dari 32 penyumbang. Rinciannya dari lembaga masjid ada 14, individu 8, paguyuban 3, perusahaan 3, pendidikan 3 dan lembaga sosial 1.  “Artinya penting bagi kita untuk menjaga kemajemukan di Jawa Tengah ini. Sebb, meski yang diundang masjid, tapi yang menyumbang ternyata dari berbagai kelompok,”pintanya.

Dana sebesar itu berdasarkan hasil rapat sudah dibelanjakan Rp 18.391.700,00. Dimana Rp 18.391.700,00 itu jadi 200 paket bantuan. Disamping itu juga disediakan untuk kegiatan trauma healing Rp 25.000.000,00. Sehingga saldo masih Rp 155.267.700,00.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berangkat ke Karangkobar Banjarnegara untuk menyerahkan sebagian bantuan berupa uang tunai, paket selimut, sarung, pakaian, pembalut wanita, peralatan mandi dan lain-lain. “Sebelumnya kami akan bekerjasama dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng Drs H Ahmadi MAg dan Pangdam IV/Diponegoro,” katanya.

Pihak MAJT juga akan mengirim relawan untuk dilatih trauma healing dari para ahli ilmu jiwa untuk diterjunkan ke daerah bencana. Bantuan dari umat tersebut katanya, tidak akan diserahkan semuanya tetapi akan dikeluarkan sesuai kebutuhan.

Bahkan para pengurus masjid di Kota Semarang sepakat membentuk “Gerakan Khadimul Ummah” yang artinya gerakan melayani umat dalam menghadapi berbagai bencana dan musibah. “Jadi gerakan ini didesain tidak hanya menghadapi musibah Banjarnegara saja, tetapi bisa jadi membantu umat ketika menghadapi musibah lain,” kata Ali Mufiz. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here