PATI, Jowonews.com – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dua hari terakhir ini membuat sejumlah desa di tiga kecamatan yang berada di wilayah Pati utara terendam banjir. Tingginya intensitas hujan hingga Sabtu (3/1), sejumlah rumah dan jalan desa terlihat masih terendam banjir.

Dari keterangan yang dihimpun dilokasi, ada sekitar 17 desa yang berada di Kecamatan Margoyoso,Tayu dan Dukuh Seti dilanda banjir. Di Kecamatan Margoyoso ada 4 desa yang tergenang.

Di Wilayah itu, banjir terparah berada di Desa Margotuhu danSumerak. Kondisinya semakin parah dengan jebolnya tanggul di Sungai Dumpil, Desa Sumerak. Air dengan leluasa masuk ke pemukiman warga. Selain merendam ratusan rumah.

Banjir juga menyebabkan akses jalan masuk desa terendam sedalam 50 sentimter. Sehingga mengakibatkan
aktifitas warga setempat terganggu.

Tidak hanya itu, debit air sungai yang sangat deras juga mengakibatkan jembatan yang terletak diantara Desa Margoyoso dan Margotuhu rusak dan nyaris putus. Kendati demikian, masih banyak beberapa kendaraan yang nekat melintasi jembatas itu. Warga setempat memberi tanda peringantan di tengah jebatan, untuk para pengendara agar berhati­hati saat melintasi jebatan.

Menurut keterangan salah seorang warga hujan deras yang turun sejak Jumat (2/1) lalu membuat debit air di sungai dumpil meluap. ”Banjir datang sekitar pukul 20.00. Sebelumnya
terjadi hujan deras mulai dari pagi, karena debit airnya tinggi tanggul tidak kuat menampung air sehingga jebol. Selain itu, derasnya aliran sungai juga membuat jembatan nyaris putus,” ungkap Muhhadi, 54, salah satu warga di Desa/Kecamatan Margoyoso.

Sementara banjir di Kecamatan Tayu. Sedikitnya 10 desa yang tergenang banjir, selain menggenangi rumah warga, air yang meluber di jalan raya, juga membuat arus lalu lintas tersendat di jalan utama penghubung Pati­Jepara dan Jalan Tayu­Juwana.

Ketinggian air banjir diwilayah Tayu mencapai 50 hingga 80 sentimeter. Para pengguna jalan banyak yang harus memutar balik karena tidak berani menerjangnya. Bahkan beberapa kali ada motor yang nekat melintas, namun banyak yang mengalami mogok karenanya. Dari 10 desa tersebut, diantaranya Desa Margomulyo, Desa Jepat Kidul, Kedungsari, Tunggulsari.

Sedangkan untuk Kecamatan Dukuh Seti, ada sekitar 3 desa yang tergenang. Meliputi Alasdowo, Ngagel dan Bakalan. Ketinggian air tiga desa itu, mencapai 40 hingga 50 sentimeter lebih.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here